Pemkab Lingga Siapkan Transportasi Laut Untuk Pasien Rujukan

Bupati Lingga Alias Wello saat konferensi Pers di Gedung Daerah Dabo Singkep.

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Pemerintah Kabupaten Lingga telah menyiapkan Transportasi laut untuk membawa orang yang sakit, yang sipatnya emergenci atau pasien rujukan, setelah layanan feri rute Tanjungpinang – Batam di Stop pada 28 Maret 2020.

“Sedangkan untuk hal-hal yang bersipat emergenci, seperti untuk penanganan yang kita tahu bahwa feri tersebut, terkadang juga membawa penumpang yang sakit, Insya Allah, Pemerintah daerah telah menyiapkan transportasi untuk membawa orang yang sakit, yang sipatnya emergenci akan kita tangani, artinya pasien yang dalam rujukan,” kata Bupati Lingga kepada awak media saat menggelar konferensi Pers, di Gedung Daerah Dabo Singkep, Rabu (25/3/2020) pagi.

Bupati yang akrab disapa AWe ini menjelaskan, kemudian dari Pemerintah daerah sendiri, sampai hari ini pelayanan masih berjalan normal, tidak ada libur atau kerja di rumah tetap ngantor seperti biasa, sampai batas waktu yang kita tentukan melihat perkembangan situasi nantinya, sebab pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti, jadi harus tetap pada kondisi prima.

AWe mengatakan, mengenai kegiatan anak-anak sekolah, saya sudah mengarahkan kepada kepala dinas pendidikan, bahwa anak sekolah itu bukan libur, akan tetapi tetap belajar di rumah, jadi saya minta kepala dinas pendidikan untuk melakukan pemantauan ke sekolah-sekolah, karena belajar melalui Online tersebut menyangkut masalah jaringan internet.

“Bagi pejabat-pejabat pemerintah daerah, sudah kita hindari untuk perjalanan dinas keluar daerah, kecuali yang emergenci atau yang masuk protokoler VIV, seperti menghadiri undangan rapat dinas yang sangat mendesak dan prioritas, itu baru diberikan izin berangkat,” terangnya.

AWe melanjutkan, kami sepaham dengan ketua DPRD dan beberapa anggota DPRD Lingga, bahwa akan mengurangi perjalanan dinas keluar daerah, sebab beberapa daerah lain juga sudah menutup pelayanan-pelayanan yang bersipat konsultasi, jadi cukup memakai media online atau kontak email dan sebagainya.

Dikatakan, jadi selama 14 hari itu kita akan evaluasi bagaimana perkembangan wabah virus Covid-19 ini, karena sekarang ini di tiongkok itu sedang viral lagi wabah baru yakni Hantavirus namanya yang merupakan virus tikus, hanya tidak kalah dasat dengan virus Covid-19 ini, oleh sebab itu kita mewaspadai, hingga tadi malam hasil dari beberapa daerah di Provinsi Kepri telah terpapar atau terkena virus Covid-19 ini, dan Alhamdulillah, Lingga masih zero atau nihil, jadi kita jaga kita coba melakukan bloking area jangan sampai masuk.

“Kepada pariwisata kita juga sudah mengeluarkan surat edara himbauan, bahwa tempat-tempat objek wisata ditutup sementara, untuk itu, saya dalam hal ini akan mengunjungi dua daerah titik kunjungan wisata yaitu, Benan dan Pulau Berhala, karena selama ini seperti yang kita ketahui, bahwa daerah tersebut jumlah wisatawan sangat banyak sekali,” paparnya.

Selain itu, tambah AWe, kami juga telah menyiapakan ruang isolasi khusus yang tidak di rumah sakit, tapi ada bangunan khusus yang berdekatan dengan Pagoda, yang hari ini sudah kita mulai benahi, mudah-mudahan dalam minggu depan telah selesai.

“Kita siapkan nanti dengan peralatan yang ada, kita akan melayani pasien-pasien yang termasuk ODP dan PDP nanti layanannya disitu, karena itu tempat yang jauh dari bersinggungan dengan komunitas setempat,” tutupnya. (Aci)

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *