IPSI Tanjungpinang Luncurkan Buku Kitab Silat Adat Melayu

Para pesilat yabg tergabung di dalam IPSI Tanjungpinang, saat menggelar FGD penerbitan buku Kitab Silat Adat Melayu untuk perhelatan perkawinan, di Tanjungpinang, Selasa (3/3/2020).

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), di Tanjungpinang, Kepualuan Riau meluncurkan buku Kitab Silat Adat Melayu dalam perhelatan pernikahan dan menyambut tamu sekaligus Forum Grub Diskusi, di Ruang Studio Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (3/3/2020).

Ketua IPSI Tanjungpinang, Samsuria mengatakan buku Kitab Silat Adat Melayu dalam perhelatan pernikahan dan menyambut tamu tersebut merupakan karangan pengurus IPSI Tanjungpinang, Yoan S Nugraha.

Menurut Samsurya, melalui buku Kitab Silat Adat Melayu tersebut dapat menjadi pedoman bagi masyarakat sekaligus agar masyarakat mengetahui tradisi silat adat melayu dalam perhelatan pernikahan dan menyambut tamu.

“Semoga buku ini bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk kita semua,” ungkapnya.

Pengarang buku Kitab Silat Adat Melayu, Yoan S Nugraha, dalam penjelasan mengenai buku tersebut menjelaskan, tujuan Kitab Silat Adat Melayu tersebut untuk menumbuhkan rasa kepedulian terhadap kelestarian silat tradisi melayu, menjaga dan mempopulerkan silat adat melayu.

Selain itu Kitab Silat Adat Melayu tersebut diharapkan dapat menjadi legitimasi utama dalam setiap perhelatan adat, menjadi jejak sejarah dalam bentuk arsip untuk kota Tanjungpinang dan menambah khazanah kekayaan data warisan tak benda.

“Empat aspek utama yang mendasari pencak silat, aspek mental spiritual, aspek seni budaya, aspek beladiri, aspek olahraga ada di dalam buku ini,” ujarnya.

Pemaparan pengarang Buku Kitab Silat Adat Melayu, Yoan S Nugraha.

Yoan mengatakan, dalam Kitab Silat Adat Melayu tersebut turut dijelaskan beberapa tatacara berpakaian silat, makna berpakaian, gerakan hingga beragam teknik silat adat melayu dalam perhelatan pernikahan dan menyambut tamu.

“Konteksnya di buku ini bukan di Silat Tradisi, sebab setiap perguruan dan atau setiap daerah punya tradisinya masing-masing. Buku ini mengupas silat dari konteks adat, adat dalam menyambut tamu dan adat dalam pernikahan,” ujarnya.

Sedangkan Lembaga Adat Melayu (LAM) Tanjungpinang dalam kesempatan itu mengapresiasi inisiasi IPSI Tanjungpinang yang sudah membuat buku Kitab Silat Adat Melayu tersebut.

“Semoga dengan peluncuran buku Kitab Silat Adat Melayu ini dapat menjadi nilai tersendiri untuk keberlangsungan hidup anak cucu kita,” kata Ketua LAM Tanjungpinang, Wan Raffiwar.

Dalam acara itu, IPSI membuka diskusi mengenai Kitab Silat Adat Melayu dalam perhelatan pernikahan dan menyambut tamu tersebut. Peserta yang hadir seluruh perguruan silat yang tergabung di IPSI, LAM, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Perhimpunan Melayu Raya dan Media. (ANG)

Editor : Aji Anugraha

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *