'

Polisi Tutup Tambang Pasir Ilegal Bintan

PIJARKEPRI.COM, Bintan – Satreskrim Polres Bintan menutup tambang pasir ilegal di Galang Batang dan Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Kepulauan Riau.

Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang, di Bintan, Senin, membenarkan penutupan pertambangan pasir ilegal tersebut. Polres Bintan menutup pertambangan pasir yang diketahui tak memiliki izin.

“Sudah ditertibkan,” kata AKBP Boy Herlambang, saat dihubungi dari Tanjungpinang.

Baca Juga : Pemilik Lahan Tambang Pasir Ilegal Bintan Buka Mulut

Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Agus Hasanudin menambahkan penertiban lokasi penambangan pasir sudah dilakukan. Namun, dia tak dapat memastikan tak ada lagi yang menambang.

“Sudah, tapi jangan ada yang bermain kucing-kucingan lagi,” ungkapnya, dihubungi pijarkepri.com

Baca Juga : Pasir Ilegal di Bintan Merugikan Masyarakat

Berdasarkan pantauan, tidak ada aktivitas pertambangan pasir ilegal Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan. Yang tersisa hanya bekas galian pasir, gundukan pasir siap angkut dan sejumlah tenda-tenda beratapkan terpal dan seng.

Sebelumnya, berdasarkan pengakuan sejumlah pekerja di lokasi penambangan pasir, satu kolam dikerjakan 3-4 orang. Mereka bertugas sebagai penyedot pasir, merapikan pasir di truk, menghitung pasir yang terjual, dan memperbaiki mesin yang rusak.

Berdasarkan data pantauan Camat Gunung Kijang, jumlah penambang di Galang Batang dan Malang Rapat sebanyak 26 penambang.

Pewarta : Aji Anugraha

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top