Bapenda Lingga Rakor Tingkatkan PAD

Rakor Bapenda Lingga bersama Tim OPAD. (Foto: aci)

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lingga, menggelar rapat koordinasi bersama Tim OPAD untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lingga, di Hotel Prima Inn Dabo Singkep, Selasa (10/12/2029).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lingga, Juramadi Esram mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang selalu dilaksanakan oleh Bapenda. Menurutnya, upaya itu merupakan upaya Pemerintah daerah dalam meningkatkan PAD.

Juramadi menjelaskan, beberapa sektor yang di dapat untuk meningkatkan PAD Lingga seperti halnya sektor pariwisata, namun hal ini juga masih belum optimal, karena masih belum terkelola dengan baik.

Ia mengatakan, untuk itu, Bapenda perlu memberikan pemahaman dan dorongan, agar sektor apa saja yang masih bisa ditingkatkan yang selama ini belum terkelola dengan optimal.

“Selain itu, dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sama sekali belum begitu optimal, kalau itu dilakukan identifikasi saya yakin, tahun depan akan lebih optimal, termasuk parkir kita yang masih manual,” kata Juramadi Esram kepada media di Hotel Prima Inn Dabo Singkep.

Sekda Lingga, Djuramadi Esram. (Foto: @ci)

PBB ini, lanjut Sekda Lingga, belum menjadi perhatian baik di desa-desa maupun di kelurahan, maka dengan rapat kerja tersebut dapat mengundang seluruh Kades dan Lurah, agar benar-benar membahas masalah PBB.

Menurutnya, potensi PBB paling besar, tantangan besar Desa-desa di Lingga perlu pro aktif, agar potensi di desa dan kelurahan tersebut dapat dioptimalkan.

“Insya Allah, tahun depan target Bapenda dapat tercapai, kalau tidak ada upaya-upaya yang intensif susah untuk kita mencapainya,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Bapenda Lingga, Mulkan Azima menyampaikan, potensi di Lingga cukup banyak, hanya saja potensi tersebut masih mentah, artinya proyek pembangunan di Lingga belum maksimal.

Menurutnya, belum optimalnya pembangunan tempat wisata di Lingga, seperti pulau Berhala, Pemandian Air Panas, Batu Ampar dan objek wisata pantai yang cukup banyak di daerah itu belum dikelola secara maksimal.

Ia mencontohkan, jika pengelolaan pantai di Lingga dimaksimalkan tentunya dapat mendongkrak PAD Lingga yang luar biasa, karena banyak pantai yang bisa dijadikan lahan resort.

Ia mengatakan, saat ini untuk meningkatkan PAD Lingga berasal dari retribusi toko-toko, rumah makan, kedai kopi, hotel dan termasuk IMB, dan IMB tersebut dinilai belum maksimal. Menurutnya, banyak hal-hal yang perlu Lingga perbaiki.

“Kita harapkan tim OPAD yang terdiri dari seluruh OPD penghasil, karena kalau kami Bapenda hanya operator, memang PAD kita saat ini masih kecil, Insya Allah, tahun 2020 PAD kita bisa menyamai daerah lain yang ada di Kepri,” paparnya.

Mulkan mengatakan, target PAD Lingga di 2020 senilai Rp30 Milyar, dia mengharapkan proyek pembangunan tersebut dapat berpihak ke PAD, artinya perbagus objek-objek wisata seperti jalan dan yang lainnya, dan tim OPAD yang dibentuk oleh Bupati ini bergerak, melihat apa yg dibutuhkan dan kekerungan tempat wisata tersebut.

Mulkan menambahkan, selain objek wisata Pemerintah Kabupaten Lingga juga berharap pada Prusahan Daerah (Prusda).

Menurutnya, melalui BUMD bisa mendatangkan hasil yang dapat memberikan keuntungan dan dapat untuk meningkatkan PAD. Diakui, selama ini BUMD belum ada dari BUMD memberikan kontribusi ke PAD kita.

“Dari rencana yang telah kita bicarakan dan arahan dari pak Bupati, Sekda dan tim OPAD, Insya Allah, kalau semuanya bertekat dan berkomitmen untuk meningkatkan PAD, bukan tidak mungkin target kita akan tercapai,” tutupnya. (ACI)

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *