Kantor Bahasa Kepri Gelar Penyuluhan Bagi Humas Kominfo dan Wartawan Lingga

Saat kegiatan Kantor Bahasa Kepri di One Hotel, Lingga.

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Kantor Bahasa Provinsi Kepri menggelar penyuluhan bahasa Indunesia dalam Jurnalistik Bagi Humas, Komunikisi informatika dan wartawan se-Kabupaten Lingga.

Diskusi Kelompok Terpumpun Bahasa Media Massa se-Kabupaten Lingga, yang digagas Kantor Bahasa Kepri ini, menggandeng kerjasama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lingga.

Tasliati, dari Kantor Bahasa Provinsi Kepri mengatakan, tujuan dari kegiatan ini tentunya, agar bahasa di media massa sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, dari segi ejaan sesuai dengan bahasa yang sekarang ini berlaku, kemudian penggunaan bahasa berpedoman pada kamus bahasa indonesia yang saat ini sudah jilid V, selain itu, juga ada kegiatan penyuluhan penggunaan bahasa indonesia untuk media masa yang akan dilaksanakan selama 3 hari.

“Kami dari Kantor Bahasa Provinsi Kepri berharap, dapat memberikan penyuluhan dan pembinaan kepada insan media, sehingga bahasa-bahasa yang digunakan di media sesuai dengan apa yang diharapkan,” kata Tasliati saat dikonfirmasi di One Hotel Dabo Singkep, Selasa (8/10/2019).

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Lingga, Jhony Prasetya mengajak seluruh wartawan merujuk pada kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, karena setiap media memang harus memiliki gaya dan bahasa tersendiri dalam penyajian ke masyarakat.

“Kita sangat mengapresiasi dengan terselenggaranya kegiatan diskusi kelompok terpumpun bahasa media massa di Kabupaten Lingga ini,” kata Jhony di kegiatan diskusi kelompok terpumpun bahasa media massa.

Jhony menjelaskan, dengan menjamurnya media massa baik cetak, elektronik maupun online di Kabupaten Lingga, sehingga penyajian dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar telah diatur oleh UU nomor 24 tahun 2009, diharapkan untuk instansi yang belum pernah terekspos media, pada saat media ingin mencoba mengkonfirmasi jangan menutup diri.

“Meski keterbukaan pers merupakan pilar ketiga bangsa Indonesia, diharapkan setiap penulisan dapat merujuk kepada kaidah-kaidah yang benar. Sebab media menyajikan berita yang akan dikonsumsi oleh publik,” tetangga. (ACI)

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top