Kegagalan Sebagai Investasi Masa Akan Datang

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kepulauan Riau, H Lis Darmansyah, SH. (f-ajianugraha)

Kegagalan Sebagai Investasi Masa Akan Datang

Oleh : H. Lis Darmansyah SH

BERBICARA tentang kegagalan maka saya juga pernah mengalaminya, mungkin anda, kita semua pernah mengalami yang namanya kegagalan. Kegagalan dalam hidup ini sangat variatif, baik kegagalan dalam urusan pekerjaan, bisnis, politik, bahkan sampai pada urusan rumah tangga dan percintaan.

Namun demikian, yang paling sering kita lihat dan kita dengar masih banyak yang gagal dalam menyikapi dan memahami makna dan arti dari sebuah kegagalan. Padahal kalau kita yang pernah merasakan kegagalan sesungguhnya adalah sebuah pintu kita menuju kesuksesan di masa akan datang.

Namun pertanyaannya adalah kapankah kesuksesan tersebut akan tiba?, kedua mampu dan kuatkah kita dalam menghadapi makna dari kegagalan di maksud?, jawabannya tentu terletak pada bagaimana kita dalam memahami setiap makna dan arti kegagalan yang kita alami. Dalam proses ini, tentu sangat diperlukan kedewasaan dalam bersikap dan kematangan dalam berfikir untuk menemukan indikator-indikator penyebab kegagalan. Indikator inilah yang akan menjadi pemicu dan kunci dalam meraih kesuksesan dimasa mendatang.

Terkadang, muncul dibenak kita “Saya sudah berusaha semaksimal mungkin, saya sudah memberikan apa yang mereka minta, tetapi masih juga tetap gagal”. Bahkan dalam politik kadang muncul bahasa-bahasa “Saya di bohongi atau bahkan dengan bahasa saya di “Khianati”. Pertanyaannya, berapa kali kita mencoba dan berapa kali kita gagal?, jika baru sekali, dua kali bahkan tiga kali kita mencoba dan gagal, rasanya itu belum bisa dikatakan sebagai sebuah kita mengalami kegagalan total.

Mungkin kita tidak melakukan koreksi, intropeksi dari tiap tiap kegagalan yang kita alami bahkan tidak melakukan evaluasi dari setiap kegagalan yang pernah kita alami sehingga kita belum dapat memperbaiki kekurangan dari kegagalan yang kita alami sebelumnya.

Inilah faktor penting yang harus setiap individu lakukan dalam melakukan evaluasi dalam melaksanakan revitalisasi diri, memandang setiap-setiap permasalahan yang menghambat kita dalam mencapai keberhasilan yang kita tuju sehingga menjadikan seseorang terpuruk dengan kegagalannya karena dia tidak berusaha untuk bangkit dan terus larut dalam kegagalan.

Bahkan tidak sedikit orang yang mengalami kegagalan menjadikannya sebagai pribadi yang makin lebih buruk dari pribadi sebelumnya, sehingga akan mengakibatkan dirinya menjadi sosok yang menakutkan, sosok yang selalu mencaci maki orang-orang yang dulu pernah berbuat baik padanya, membenci orang-orang yang dulu selalu bersamanya, membuat tuduhan-tuduhan yang membabi buta sehingga menjadikan dirinya menjadi pribadi yang diskriminatif yang sangat menakutkan sehingga akan berkesan di dalam diri orang-orang yang di sakiti dengan kata dan kalimatnya, bahkan dengan sikapnya.

Hanya segelintir orang yang sukses yang justru berangkat dari kegagalan-kegagalan yang terus diperbaikinya. Kuncinya terletak pada kesungguhan dan Ketekunan seseorang dalam memperbaiki setiap keadaan dari kegagalan tersebut, karena kegagalan total adalah orang yang menyerah, pasrah pada keadaan dan tidak percaya pada kekuatan iman dan kekuasaan serta keagungan Allah SWT, Rab yang maha pengasih lagi maha penyayang.

Sementara orang sukses adalah orang yang dengan tekun memperbaiki setiap kelemahan serta kegagalan yang di alaminya juga memantapkan dirinya untuk lebih mempertebal keimanannya serta lebih mendekatkan dirinya pada Allah SWT, sehingga lebih Ikhlas dalam melangkah menuju keberhasilan menjadi sebuah kesuksesan. Seperti sebuah perumpamaan Jawa yang mengatakan “Ojo siro gampang ngersulo kabeh ono dalane”, yang artinya ; “Jangan kamu mudah mengeluh semua pasti ada jalannya”.

Apalagi terkadang kita sering mendengar seolah-olah kegagalan kita limpahkan dan kita menuding serta menyalahkan orang lain ataupun menggunakan berbagai alasan yang seakan akan logis sebagai sebuah penyebab dari kegagalan yang kita alami. Padahal belum tentu hal tersebut adalah penyebabnya. Sugesti kita terkadang menyelimuti akal sehat dalam berfikir dan berbagai prasangka yang seolah olah menjadi nutrisi yang menguatkan kita akibat kegagalan. Hal ini justru membuat kita semakin larut dalam kegagalan, bahkan lebih fatal dapat berakibat pada fitnah yang belum tentu kebenarannya.

“Jika kita tidak berani mengakui kegagalan diri sendiri bagaimana bisa menemukan cara menuju keberhasilan, jadi jangan pernah ingkari kegagalan yang semestinya harus kita alami”.

Inilah yang dikatakan bahwa kegagalan adalah sebuah investasi. Karena investasi yang kita lakukan saat ini belum tentu dapat kita nikmati saat ini tetapi akan kita rasakan manfaatnya dimasa mendatang.

Kesimpulannya, kegagalan merupakan langkah awal dari sebuah kesuksesan apabila kita benar-benar bisa memaknai dan memperbaiki segala sesuatu yang telah membuat kita gagal. Tapi sebaliknya, ketika kita gagal dalam memaknai kegagalan, di saat itulah kita akan menghadapi kegagalan yang sesungguhnya. Sikapi dalam setiap kegagalan sebagai motivasi dalam menanamkan Investasi diri menuju masa akan datang. Hadapi dengan bijak, hadapi setiap cercaan, bahkan hinaan dan omongan omongan negatif orang sebagai “Kekuatan baru yang positif” untuk melangkah kedepan menuju gerak langkah baru dalam kehidupan.

Sahabatku, mari kita renungkan dan sedikit berfikir, bahwa di setiap apa yang telah Allah SWT takdirkan untuk hamba-hambanya sesungguhnya terdapat hikmah dan maslahat tertentu, baik yang kita ketahui maupun tidak.

Demikian juga ketika Allah SWT memberikan ujian kepada kita yang sering kali kita artikan sebagai sebuah kegagalan, maka kita wajib berprasangka baik kepadanya. Hendaknya kita yakini bahwa, kegagalan yang kita alami tersebut justru akan membawa kebaikan bagi kita, mungkin tidak untuk saat ini tetapi untuk masa-masa yang akan datang.

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216).

Sahabatku, mungkin kita sudah berusaha, sudah berikhtiar dengan semaksimal mungkin bahkan disertai dengan kekuatan doa kepadanya. Namun ternyata apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan kenyataan yang kita alami. Kenapa kita harus marah?, Kenapa kita harus kecewa?, Kenapa kita harus mengeluh bahkan terkadang menyalahkan sesuatu yang belum tentu adalah penyebabnya.

“Jangan katakan pada Allah jika kita gagal, tapi katakan pada kegagalan bahwasanya kita punya kekuatan doa kepada Allah SWT yang maha mengetahui, yang maha mengasihi bahkan yang maha menyayangi yang terbaik bagi hamba hambanya”.

Sahabatku sekalian, kegagalan dan keberhasilan seyogyanya adalah buah dari ikhtiar yang akan saling mengisi. Jadi jangan malu karena kita gagal karena kita sudah berikhtiar dan berusaha dengan maksimal. Percayalah masih ada pintu pintu lain untuk menuju dan mencapai sebuah tempat yang bernama Keberhasilan. Tapi malulah jika kita gagal karena kita tidak pernah berikhtiar, seperti juga kata pepatah yang mengatakan. “Meskipun kita gagal tetapi setidak tidaknya kita sudah pernah mencoba dari pada orang yang hanya bisa bicara tetapi mereka tidak pernah mencobanya”.

Percayalah sahabat, pintu keberhasilan masih terbuka kebar bagi orang-orang yang berani dan tidak pernah takut dan mundur dari sebuah kegagalan. Keberhasilan dan kesuksesan akan di miliki oleh orang-orang yang berani berbuat dan mencoba serta menanamkan investasi kebaikan untuk masa akan datang.

Penulis merupakan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kepulauan Riau, H Lis Darmansyah SH.

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top