
BIRONK begitu masyarakat setempat memanggil Hendri Yanto (41), warga Jalan Pantai Impian, Gang Bawal IV No. 57 itu bermukim.
Kader PDI Perjuangan ini dikenal akrab dengan penduduk setempat mudah berkomunikasi, pasalnya dalam setiap kesempatan bertemu dengan Bironk tak begitu sulit. Dia dikenal sebagai pria yang berkomitmen dalam setiap ucapan dan perbuatannya.
“Dia bawaannya enak aja kalau diajak ngobrol, santai tapi pasti, easy going lah,” kata Herman yang mengenal benar Hendri yang aktif dibidang sosial kemasyarakatan ini.
Pria kelahiran Tanjungpinang, 16 Oktober 1977 ini merupakan suami dari Dwi Djamilah (40), istri tercinta yang mengamanahkan kepadanya untuk selalu dapat dipercaya masyarakat.
“Saya merasa bahagia dan senang dalam membantu orang lain, setiap keringat yang saya berikan kepada masyarakat setiap, itu pula saya merasa senang dalam mengabdikan diri pada tatanan sosial,” ungkapnya.
Keduanya dikarunia dua buah hati tercinta yakni, Muhammad Hayqal Arrayan (13) dan Nur Ayra Assyifa Ramadhany (7) dibesarkan dengan penuh kasih sayang.
Birong merupakan anak asli Tanjungpinang, dia mulai menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 007 Tanjungpinang, 1984 – 1990, SMP Negeri 4 Tanjungpinang, 1990 – 1993 dan menamatkan pendidikan menengah atas di SMA Negeri 2 Tanjungpinang.
Saat ini Bironk mendapatkan kepercayaan dari PDI Perjuangan untuk maju di Pemilihan Legislatif Kota Tanjungpinang. Maju sebagai Calon Anggota Legislatif Dapil Tanjungpinang Barat-Kota nomor 9.
“Saya berpikir masyarakat butuh orang atau Anggota Dewan yang bisa turun langsung mendengar dan membantu masyarakat bukan setelah di pilih menghilang,” katanya, menjawab pertanyaan mengapa maju sebagai wakil rakyat.
Bironk mengutarakan, saat ini masih terdapat permasalahan di Dapil Tanjungpinang Barat-Kota yang perlu diperjuangkan semisal masih minimnya ketersedian air bersih untuk penduduk setempat, yang sudah menjadi masalah menahun.
“Masalah ini terjadi sudah bertahun-tahun ketika kemarau panjang datang,” ungkapnya.
Bironk mengusulkan beberapa langkah yang perlu diperjuangkan pemerintah untuk mengatasi masalah ketersedian air bersih. Diantaranya, membuat penampungan air (embung) yang berfungsi sebagai penampung air saat hujan.
Menurutnya Embung dapat menjadi penyedia air pada saat musim kemarau tiba.Tentu, kapasitas air yang tersedia tergantung dari luas areal dari Embung itu sendiri.
“Artinya, semakin besar kapasitas Embungnya, maka persedian air semakin banyak sehingga rumah yang dialiri airnya juga cukup luas,” ungkapnya.
Selain itu, upaya untuk menyelesaikan persoalan ketersedian air bersih di Tanjungpinang Barat-Kota bukan hanya menyediakan embung, selain itu mengatasi pendangkalan waduk.
“Karena jika waduknya dangkal akan berpengaruh terhadap daya tampung atau volume air,” ungkapnya.
Selain itu hal terpenting yang juga harus dirawat adalah Hutan Kota. Wilayahnya bisa dikembangkan di pusat kota, tetapi bisa juga bisa dibangun pada pinggiran kota.
Hutan Kota sengaja dibuat untuk memperbaiki dan memelihara lingkungan kota. Hutan Kota penting untuk keseimbangan ekologi manusia dalam berbagai hal seperti, kebersihan udara, Ketersediaan air tanah, pelindung terik matahari, kehidupan satwa dalam kota dan juga sebagai tempat rekreasi.
Besar harapan Bironk dapat dipercaya masyarakat untuk mewakili aspirasi masyarakat tersebut di parlemen, tepatnya ikut ambil andil memilihnya pada Pemilu Legislatif 2019. “Coblos partai PDI Perjuangan Nomor 3 Dapil Tanjungpinang Barat-Kota nomor 9,” kata pria yang murah senyum ini.**
ANG/ Red







