Malam Ini Daik Lingga Berhimpun Perhimpunan Melayu Raya

Lambang Melayu Raya. (f-pijarkepri)

PIJARKEPR.COM, Tanjugpinang – Ratusan pengurus Perhimpunan Melayu Raya, Tanjugpinang, Batam, Bintan dan Karimun berduyun-duyun mendatangi Pusat Pemerintahan Kabupaten Lingga, Daik, Senin, 28 Januari 2019.

Sekretaris Kordinator Wilayah Melayu Raya Tanjungpinang, Hendri Yanto mengatakan, keberangkatan sejumlah pengurus Kordinator Wilayah Melayu Raya dari kabupaten kota di Kepulauan Riau akan berhimpun di Daik Lingga untuk menghadari pelaksanaan Penabalan Pengurus Perhimpunan Melayu Raya Kabupaten Lingga.

“Pengurus yang berangkat, 30 orang dari Korwil Tanjungpinang-Bintan, 15 pengurus dari Karimun dan 15 pengurus dari Kota Batam,” ungkapnya.

Diketahui Penabalan Pengurus Perhimpunan Melayu Raya Kabupaten Lingga akan berlangusung malam ini, sekira pukul 20.00 WIB, bertempat di Pelabuhan Tanjung Buton, Daik, Kabupaten Lingga.

Dalam penjelasan Pembina Utama Melayu Raya Drs. H. Yan Fitri Halimansyah, M.H belum lama ini, Melayu Raya merupakan sebuah Perhimpunan yang berdiri di Provinsi Kepulauan Riau bergerak di bidang penyelesaian Problem Solving, Sosial, Ekonomi Kerakyatan yang terjadi di masyarakat.

Perhimpunan Melayu Raya di Tanjungpinang, Batam, Bintan, Karimun dan Lingga merupakan salah satu Perhimpunan yang tergabung dalam Kordinator Wilayah Melayu Raya, yang kemudian disebut Korwil.

Berdasarkan landasan hukum disetiap Kordinator Wilayah Melayu Raya ditingkat kabupaten kota, dinyatakan perhimpunan ini sudah sah secara hukum sebagai salah satu perhimpunan masyarakat yang bergerak di kabupaten kota, Provinsi Kepulauan Riau.

Untuk Itu landasan latar belakang perhimpunan ini perlu dikokohkan dalam bentuk “Penabalan Pengurus Perhimpunan Melayu Raya”.

Diketahui pula, Penabalan dalam Perhimpunan Melayu Raya adalah sebuah serangkaian penobatan atau pengukuhan seorang pemimpin dan atau orang yang diberikan kepercayaan dalam menjalankan amanah yang besar.

Proses penabalan selalu dikemas dalam ritual sakral adat dengan mengangkat nilai-nilai filosofi kebudayaan serta agama, khususnya adat dan budaya melayu. Bagi masyarakat melayu, prosesi penabalan sudah dikenal sejak lama, dan sudah menjadi tradisi bagi kelompok kerajaan maupun kelompok adat ketika memberikan suatu gelar maupun mengangkat seorang pemimpin dalam posisi jabatan tertentu.

Penabalan Korwil Perhimpunan Melayu Raya biasanya dikemas dalam konsep ritual adat melayu yang bertujuan untuk tetap menjaga serta melestarikan kebudayaan yang sudah hampir padam digerus oleh kemajuan zaman.

Rujukan penabalan di setiap Korwil Perhimpunan Melayu Raya di kabupaten kota di Provinsi Kepulauan Riau merujuk pada prosesi penabalan raja-raja melayu dengan melibatkan unsur sakral, antaralain; gendang nobat, regalia, serta iring-iringan seperangkat tabal dan barisan pengurus yang akan ditabalkan beserta acara lainnya.*

Sumber : Humas Melayu Raya

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top