Salah Satu Markas “Komunitas Cucu Mbah” Ditutup

Warnet Rebel Net Jalan Sumatera yang diduga dijadikan tempat prostitusi pelajar di Kota Tanjungpinang, saat ini sudah tutup. (f-ang)
Warnet Rebel Net Jalan Sumatera yang diduga dijadikan tempat prostitusi pelajar di Kota Tanjungpinang, saat ini sudah tutup. (f-ang)

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Warung Internet (Warnet) Rebel Netbm di simpang Jalan Sumatera, Kelurahan Tanjungpinang Barat, Kecamatan Tanjungpinang Barat yang diduga dijadikan markas Komunitas Cucu Mbah akhirnya ditutup Satpol PP setempat.

“Kami pastikan Warnet itu tidak dibenarkan beroperasi lagi,” kata Sekretaris Satpol PP Tanjungpinang Dedy Syufri Yusja, di Tanjungpinang, Sabtu (8/9).

Dedy mengungkapkan, Warnet yang disanyalir menjadi markas Komunitas Cucu Mbah itu tidak dibenarkan beroperasi lantaran melanggar Peraturan Daerah Ketertiban Umum di kota itu. Rebel Net juga telah mendapatkan 3 kali Surat Peringatan (SP) dari Satpol PP.

Baca Juga : KPAI Pusat : Pemko Tanjungpinang Harus Tegas Cabut Izin Warnet Bermasalah

Kendati Rebel Net tidak dibenarkan untuk beroperasi, prosedur penutupan Warnet berdasarkan keputusan Wali Kota Tanjungpinang. Satpol PP akan mengambil hasil surat rekomendasi penting 5 OPD terkait dan Keluarahan Tanjungpinang Barat untuk diteruskan ke kepala daerah.

“Karena keputusannya ada di Wali Kota, tapi yang jelas Warnet ini tidak dibenarkan beroperasi lagi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Satpol PP Tanjungpinang juga akan bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk memberantas Komunitas Cucu Mbah dan komunitas-komunitas serupa di kota itu.

“Kedepannya, kami akan lebih intensif melakukan pengawasan terhadap warnet-warnet bersama pihak keamanan dan instansi terkait,” ungkap Dedy.

Sebelumnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat menegaskan agar Pemerintah Kota Tanjungpinang mengambil sikap tegas untuk menutup warnet Rebel Net yang disinyalir menjadi tempat pesta seks anak usia sekolah

Komisioner KPAI Pusat, Putu Elvina kepada pijarkepri.com, Jumat (7/9) mengungkapkan, permasalahan tersebut harus mendapat perhatian serius dari Pemko Tanjungpinang.

Menurutnya, hal tersebut tidak dapat dibiarkan, apalagi kalau warnet tersebut sudah pernah mendapat peringatan.

“Pemko harus tegas, cabut izin usahanya sehingga menjadi pelajaran bagi pengusaha yang tidak peduli terhadap upaya perlindungan anak,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Warnet Rebel Net yang diduga menjadi markas Komunitas Cucu Mbah tidak beroperasi lagi.

Pewarta : Aji Anugraha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *