
PIJARKEPRI.COM, Lingga – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lingga menggelar sosialisasi penanganan sampah dan pembentukan Komunitas Masyarakat Peduli Sampah (KMPS).
Sosialisasi DLH Lingga di Keluruhan Sungai Lumpur ini, melibatkan RT/RW, LPM serta Ibu-Ibu PKK ini. yang kedepannya nanti dapat mengajak masyarakat di Kelurahan Sungai Lumpur untuk berperan aktif dalam menangani sampah.
Kepala DLH Lingga, Siswadi, mengatakan untuk menangani sampah tersebut sangat sederhana, DLH meminta masyarakat untuk mengumpulkan sampah-sampah di setiap rumah dengan memisahkan sampah organik dan non organik.
“Setelah sampah kita pisahkan, untuk yang non organik bisa di jual di Bank sampah, yang organi bisa kita buat pupuk yang bisa digunakan untuk tanaman kita di rumah,” ungkapnya di Kantor Kelurahan Sungai Lumpur, Senin (30/7/2018), sore.
Agar masyarakat peduli terhadap sampah, lanjut Siswadi, DLH akan menitipkan kantong sampah kepada masyarakat agar menjadi peduli terhadap sampah mereka sendiri.
Menurutnya, dengan begitu selain rumah dan lingkungan menjadi bersih, masyarakat juga dapat menghasilkan ekonomi dari sampah dari rumah sendiri.
Dijelaskannya, untuk Kecamatan Singkep saat ini sudah ada 4 kelompok Komunitas Masyarakat Peduli Sampah yakni, 3 di Kelurahan Dabo dan 1 Desa Tanjung Harapan. Sementara untuk kecamatan lainnya masih dirintis dan tahap sosialisasi.
“Ekonomi yang dihasilkan dari sampah ini bisa kita gunakan untuk berbagai kebutuhan seperti, untuk pendidikan, kesehatan bahkan untuk keperluan lebaran,” terangnya.
Ditempat yang sama, Lurah Sungai Lumpur, Gunawan, mengutarakan mendukung program KMPS yang digadangkan DLH Lingga tersebut.
Menurutnya, dengan adanya KMPS tersebut, dengan begitu lingkungan menjadi bersih dan dapat menambah ekonomi keluarga.
Selain itu, jika melihat ke daerah lain, tambah Gunawan, dari sampah pengolahan sampah tersebut, dapat menghasilkan pendapatan, yang berguna untuk biaya kesehatan bagi keluarga.
Kemudian, ia berpendapat, jika dikelola secara benar dan bersungguh-sungguh, sampah juga bisa menghasilkan untuk berbagai kebutuhan bagi keluarga.
“Banyak sekali kebutuhan yang dapat kita gunakan dari hasil sampah ini, bukan hanya untuk kesehatan saja tapi juga yang lainnya,” tutupnya.
Pewarta : Puspandito/Aci







