Distributor Diharapkan Tidak Timbun Sembako

Gubernur Kepri, Nurdin saat tinjau sembako di Tanjungpinang.

Gubernur Kepri, Nurdin saat tinjau sembako di Tanjungpinang.

PIJARKEPRI.COM, Kepri – Gubernur Kepulauan Riau H. Nurdin Basirun menegaskan agar para distributor tidak menimbun dan mempermainkan harga kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Nurdin mengatakan, apalagi doketahui sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadhan, tentunya permintaan semakin meningkat tapi harganya diharap tetap stabil dan terjangkau.

“Jual barang jangan terlalu mahal ya pak, nanti masyarakat kita susah untuk belinya,” ujar Nurdin kepada salah satu pemilik toko saat melakukan Inspeksi untuk memantau pergerakan harga sembako di Pasar Pelantar II, Tanjungpinang, Jumat (16/03).

Dalam ikut dalam Inspeksi ini, Pj. Walikota Tanjungpinang Raja Ariza, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepri Burhanuddin dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepri Abu Bakar.

Peninjauan sembako kali ini, Nurdin berinteraksi langsung dengan para pedagang dan bertanya langsung harga-harga kebutuhan pokok yang ada di pasar. Berdasarkan pantauan di lapangan harga-harga cukup stabil meski beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Seperti harga cabai merah sekarang Rp 60.000/kg, Bawang Putih Rp 26.000/kg, Daging Segar Rp 140.000/kg, Ayam Potong Rp 35.000/kg, Beras Medium Rp 11.000/kg, Beras Premium Rp 13.000/kg serta Beras Premium dikisaran harga Rp 17.000/kg.

“Harga-harga bagaimana pak, ada kenaikan?” Tanya Nurdin kepada seorang pedagang.

“Stabil pak,” jawab Deni, pedagang sayur dan bumbu masakan. Namun lanjutnya cabe rawit sekarang agak mahal karena stok sekarang tinggal sedikit.

Setelah meninjau pasar sayur-mayur Nurdin bergegas menuju ke salah satu toko distributor beras. Kepada para distributor beras di Pasar Pelantar II, Tanjungpinang,  Nurdin juga berpesan agar tidak memainkan harga, karena beras merupakan makanan pokok bagi masyarakat jadi sudah sepatutnya kita tidak boleh mengambil keuntungan yang terlalu besar.

“Stok beras masih aman ya, pasokannya lancar juga gak?”  tanya Nurdin kepada salah satu distributor beras.

“Aman Pak,” jawab Ahok.

“Jangan mainkan harga beras ya,” pesan Nurdin.

“Siap pak, kami juga tidak berani pak, karena harga beras sekarang sudah ada acuan Harga Eceran Tertingginya,” ujarnya.

Hasil obrolan dengan beberapa pedagang Nurdin mendapatkan data bahwa barang kebutuhan pokok di Ibukota Provinsi ini ternyata berasal dari distributor berbagai daerah. Seperti cabe merah dari Yogyakarta, kentang dan bawang bombay dari Medan, beberapa jenis sayuran dari Padang serta bawang dan beras dari Jakarta.

Mendapati hal ini, Nurdin berjanji akan berusaha untuk berkomunikasi dengan Kementerian terkait agar distribusi khususnya beras, Pemerintah Provinsi diberikan kewenangan khusus untuk dapat mengimpor langsung dari negara tetangga beberapa kebutuhan pokok. Jalur distribusi yang pendek tentunya akan menekan harga beras di pasaran sehingga, masyarakat punya kemampuan untuk membeli.

Terkait dengan sayur-mayur agar harganya bisa ditekan, Nurdin yakin petani lokal mampu menyediakan kebutuhan untuk konsumsi untuk masyarakat Kepri namun tentunya perlu pendampingan dan bimbingan dari Dinas terkait agar hal ini bisa terwujud, misalnya dalam penyediaan bibit dan subsidi pupuk.

“Kalau sayur-mayur bahkan cabe, saya yakin petani kita mampu, apalagi dibeberapa tempat tanah di Kepri ini cukup subur,” ujar Nurdin.

Pada kesempatan ini ada hal yang tak biasa dilakukan oleh seorang Gubernur yaitu memborong beberapa kebutuhan pokok seperti beras, minyak, bawang merah, bawang putih, tomat, cabai merah, cabai rawit, sayuran, buah semangka, Tempe, Daging segar, ikan laut yang selanjutnya dibagikan kepada masyarakat yang sedang berbelanja. Tampak raut sumgringah dan bahagia ibu-ibu yang ada di pasar karena mendapatkan belanjaan gratis dari orang nomor satu di Kepri, bahkan nampak beberapa ibu-ibu yang sibuk memilih sendiri belanjaannya dan meminta dibayarkan oleh Gubernur. Nurdin pun dengan tenang, turut langsung melayani dan menimbang setiap belanjaan warga.

“Bawang merah satu kilo ya pak, Bawang putih setengah kilo, cabe rawit juga ya pak?” Terlihat dan terdengar suara warga yang meminta dibelanjakan oleh Nurdin.

“Iya ibu-ibu ambil saja ya, saya yang bayar semuanya,” ujar Nurdin yang setelah selesai meninggalkan pasar menuju ke tempat peninjauan lain dan diiringi oleh ucapan terimakasih.(Hum)

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top