Lingga  

Lingga Mulai Menata Kawasan Daik Menjadi Kota Wisata Sejarah dan Religi

PIJARKEPRI.COM – Pemerintah Kabupaten Lingga terus mendorong percepatan persiapan menjadikan Daik sebagai kota wisata sejarah dan religi.

Aparatur pemerintahan Lingga mulai merapikan sejumlah objek wisata dengan cara bergotong royong, di beberapa objek peninggalan sejarah, di Daik, Kamis (3/2/2022).

Bupati Lingga Muhammad Nizar, mengerahkan seluruh perangkat pemerintahan mulai dari Rukun Tetangga hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta masyarakat setempat untuk sadar wisata.

Potensi Daik, Lingga sebagai pusat tamadun, atau negeri pemerintahan para sultan melayu sejak 1787 sampai dengan 1900 menempatkan daerah itu tepat menjadi objek wisata sejarah dan religi.

Upaya awal yang dibangun pemerintah Kabupaten Lingga dengan melakukan Gerakan bersama sadar wisata dan aksi Sapta Pesona. Gerakan ini dinilai sebagai langkah awal persiapan wisata sejarah dan religi, daerah tersebut.

Bupati Lingga, Muhammad Nizar mengatakan kegiatan gotong royong perdana ini sebagai pemantapan diri. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah Kabupaten Lingga sudah siap menjadi Daik Lingga sebagai daerah wisata sejarah dan religi.

“Ini gerakan awal yang memang sudah disiap itu diakhir tahun 2021. Terimakasih kepada Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan sebagai penggagas dari kegiatan ini. Dan ini bukan gotong-royong biasa tapi memang kita harus mempersiapkan diri sejak sekarang,” kata Nizar membuka pembicaraannya.

Menurut Nizar sebagai giat persiapan tentunya bukan mempersiapkan diri untuk mengadakan suatu event tertentu, seperti tamadun dan sebagainya. Namun ada tidaknya event memang kesadaran wisata, kebersihan destinasi sejarahnya memang harus dipersiapkan kapanpun itu. Jika hal tersebut telah siap dalam segala aspeknya, sangat memungkinkan dalam sekejap menjadikan Daik sebagai pusat wisata.

“Kesadaran wisata kita semua harus terbentuk dulu. Kenapa Daik sebagai pusatnya, tentu dengan sejarah yang sangat panjang. Dan itu kita semua masyarakat Daik harus paham, harus bisa jadi gaetnya nanti. Tempat wisata juga harus siap dari sekarang,” kata dia.

Dia berharap setelah kegiatan pembuka ini, gotong-royong bisa dilanjutkan oleh Kecamatan dan Kelurahan setiap minggunya, menata destinasi-destinasi wisata sejarah dan lainnya, atau sekadar membersihkan jalan-jalan utama, rumah dan lainnya.

Adapun lokasi gotong royong hari ini, yakni Lapangan Hangtuah, Kompleks masuk Istana Damnah, Replika istana Damnah, Lubuk Papan, Istana Kota Batu, Sepanjang jalan Sawah Indah, Kampung Pahang dan Kampung Tande, Masjid Jami’ Sultan Lingga.

Pemerintah daerah juga telah merancang beberapa kegiatan yang bersentuhan dengan kesadaran wisata masyarakat, mulai dari sosialisasi hingga dengan pelatihan-pelatihan UMKM.

Keseriusan pemerintah daerah terkait hal ini telah digaungkan Bupati, Muhammad Nizar jauh sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *