Air Meluap, Buaya Sungai Toca Tanjungpinang Naik

Buaya Sungai Toca, Kelurahan Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang, Kepri terekam kamera saat berada di daratan, Selasa (12/1/2021). Air Sungai Toca meluap dikarenakan hujan melanda Tanjungpinang Bintan beberapa hari belakang. (Foto : aji/pijarkepri.com)
Buaya Sungai Toca, Kelurahan Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang, Kepri terekam kamera saat berada di daratan, Selasa (12/1/2021). Air Sungai Toca meluap dikarenakan hujan melanda Tanjungpinang Bintan beberapa hari belakang. (Foto : aji/pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM – Buaya di muara Sungai Toca, Tanjungpinang, Kepulauan Riau naik ke darat pasca jembatan penghubung antara Kelurahan Batu IX dan Kelurahan Dompak, di sungai itu ambruk, Selasa (12/1/2021).

Buaya berukuran 4-5 meter ini dipastikan naik ke darat lantaran air Sungai Toca meluap pasca hujan deras beberapa hari melanda Tanjungpinang dan Bintan.

Rukun Tetangga 3, RW13 Kelurahan Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Antoni mengatakan penduduk setempat sudah terbiasa melihat buaya Sungai Toca kerap naik ke darat.

Klik Video Buaya Sungai Toca Tanjungpinang Naik : https://youtu.be/dhpg4VygQv4

“Kalau disini memang tempat dia (Buaya), makanya orang disini sebut ini sungai buaya,” kata Antoni.

Antoni menjelaskan, muara Sungai Toca merupakan terusan pertemuan arus air dari Kelurahan Batu IX, Domap dan Bintan. Pasca hujan deras 9 Januari 2021 mengakibatkan banjir dan merobohkan jembatan penyeberangan Sungai Toca.

“Jembatan ini roboh banjir pertama kemarin 9 Januari 2021,” kata Antoni saat menunjukkan kondisi jembatan ambruk kepada Anggota Komisi III DPRD Kepri, Lis Darmansyah.

Kehadiran buaya saat peninjauan lokasi terdampak bencana banjir di Tanjungpinang Bintan dinilai sejumlah pihak sebagai kondisi terkini salah satu keadaan kolam resistensi di daerah itu.

Anggota Komisi III DPRD Kepri Lis Darmansyah, mengatakan muara Sungai Toca dapat dibenahi sebagai kolam resistensi upaya memperkecil dampak genangan air disejumlah pemukiman penduduk.

“Muara Sungai Toca ini perlu dibenahi untuk lebih serius dimanfaatkan sebagai kolam resistensi, seperti pembenahan agar dibangun waduk, dan ini diperlukan kerjasama semua pihak, baik kabupaten kota, provinsi dan pusat,” kata Lis.

Soal keberadaan buaya, menurut Lis, buaya-buaya sudah ada di Sungai Toca sejak aktivitas pertambangan bauksit berjalan di area itu beberapa waktu lalu.

“Buaya di Sungai Toca ini sudah lama sejak tambang bauksit beroperasi,” kata Lis.

Kehadiran buaya di Sungai Toca tersebut menjadi perhatian warga setempat. Namun, sebagian warga sudah terbiasa dengan kehadiran buaya muara tersebut.

Pewarta : Aji Anugraha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *