Bintan  

BPJS Kesehatan Bintan Bantah Tidak Mengurus Kepesertaan Afriandy

Kepala BPJS Kesehatan Bintan Anggriyanni Dahlan. (Foto: pijarkepri.com km)
Kepala BPJS Kesehatan Bintan Anggriyanni Dahlan. (Foto: pijarkepri.com km)

PIJARKEPRI.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) di Bintan Kepulauan Riau, membantah pihaknya tidak mengurus kartu kepesertaan Afriandy, penduduk Desa Kukup, Kecamatan Tambelan, Bintan.

Kepala BPJS Kesehatan Bintan Anggriyanni Dahlan, mengatakan kartu kepesertaan BPJS Kesehatan atas nama Afriandy baru dapat terbit 1 Januari 2021. Hal itu dikarenakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) Afriandy tidak terkoneksi di Dukcapil pusat.

“Kartunya baru bisa terbitkan 1 Januari 2021 nanti maksudnya menunggu koneksi NIK ke Dukcapil Pusat,” ujarnya, dihubungi.

Baca Juga : Najib Fasilitasi Anak Tambelan Berobat di Kalimantan : Kecewa dengan BPJS Kesehatan

Ia mengatakan, BPJS Kesehatan Bintan telah menerima berkas Afriandy dari Dinas Sosial Bintan pada 24 November 2020. Pendaftaran kepesertaan baru BPJS kesehatan secara online perlu koneksi pencocokan antara NIK peserta di daerah yang didaftarkan ke Dukcapil pusat.

Menurutnya, persoalan keterlambatan penerbitan kepesertaan baru BPJS Kesehatan Afriandy tersebut bukan kesengajaan. Persoalan itu diluar kendali mereka.

“Masalahnya diluar dari kendali kita, bukan kesengajaan , semua peserta BPJS Kesehatan baru ini, pendaftarannya NIK harus online, kendalanya anak ini NIK’nya itu tidak terkoneksi dengan Disdukcapil yang ada di pusat sana jadi gak bisa diproses, jadi diluar kendali kami,” kata Anggriyanni.

Berita Terkait : Anak Tambelan Terbengkalai di Kalimantan karena Kartu BPJS Kesehatan Tak Kunjung Terbit

Kendati masih menunggu hingga 1 Januari 2021 kartu kepersertaan Afriandy dapat diterbitkan BPJS Kesehatan Bintan. Anggriyanni membenarkan kalau saja saat ini biaya penanganan medis Afriandy ditangguhkan sementara oleh Ketua Komisi III DPRD Bintan, Muhammad Najib.

“Saya juga sudah koordinasi dengan Dinsos, dinsos bilang sudah ditangani pak Najib, nanti biayanya bisa diklaim ke Dinkes Bintan. Solusinya untuk saat ini hanya itu pak,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Afriandy, seorang anak usai 8 tahun asal Desa Kukup, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Kepri dikabarkan sudah dua minggu hingga saat ini, Selasa (1/12/2020) terbengkalai di Rumah Sakit Abdul Ajis, Sengkawang, Kalimantan Barat lantaran tak dapat dirujuk ke Rumah Sakit lain.

Afriandy adalah anak bungsu pasangan Rudi Hartono dan Lili Hartati merupakan pasien penderita kangker rahang dari keluarga tergolong tidak mampu, di Bintan yang harus mendapatkan penanganan medis berupa kemoterapi terapi.

Pemerintah Kabupaten Bintan merujuk Afriandy ke Rumah Sakit Abdul Ajis, Singkawang, Kalimantan Barat sejak dua minggu lalu. Pemkab Bintan sejak lama menjalin kerjasama dengan RS Abdul Ajis, Kalimantan Barat.

Wakil Rakyat Bintan M Najib, mengatakan Afriandy tak mendapatkan penanganan khusus di RS Abdul Ajis, Kalimantan Barat lantaran di rumah sakit tersebut tak memiliki alat medis kemo terapi. Afriandy harus di rujuk ke rumah sakit lain di Kalimantan dengan syarat keluarga harus melengkapi BPJS Kesehatan.

Najib mengatakan, telah mengurus segala keperluan administrasi BPJS Kesehatan Afriandy sejak 20 November 2020 di kantor BPJS Kesehatan Bintan melalui rekomendasi Dinas Sosial Bintan.

Namun, hingga saat ini, Selasa (1/12/2020), kartu kepesertaan BPJS Afriandy tak kunjung diterbitkan pihak BPJS Kesehatan Bintan. Dia menilai BPJS Kesehatan Bintan tak serius menangani persoalan pengurusan kepersertaan BPJS Kesehatan warga Bintan yang bersifat mendesak.

“Kami sudah menyerahkan seluruh berkas kelengkapan administrasi BPJS Kesehatan anak ini ke kantor BPJS Kesehatan Bintan dari 20 November 2020. Tapi, kenapa hari ini kartu BPJS Kesehatan anak ini tak kunjung selesai dengan alasan, petugas BPJS kesehatan yang mengurus sakit, ini kan tidak masuk akal,” kata Najib kepada pijarkepri.com.

Najib, yang juga merupakan Ketua Komisi III DPRD Bintan itu meminta agar Kepala BPJS Kesehatan Bintan memprioritaskan penanganan urusan masyarakat Bintan, terlebih persoalan mendesak seperti kasus Afriandy.

“Saya sudah sampaikan kepada Kapala BPJS Kesehatan Bintan, untuk segera membantu menyelesaikan pengurusan BPJS Kesehatan, kepersertaan Afriandy yang sangat mendesak. Kami disuruh datang hari ini, Senin (1/12/2020) untuk mengambil kartunya, segala administrasinya sudah kami lengkapi, Tapi, ketika kami datang dia malah bilang belum bisa hari ini, ini namanya tak serius,” ungkapnya, kesal.

Najib mengharapkan agar mereka yang ditempatkan sebagai Kepala BPJS Kesehatan Bintan agar serius menangani persoalan kepengurusan BPJS kesehatan penduduk Bintan. “Kalau tak serius ganti saja, kami butuh Kepala BPJS yang peduli dengan masyarakat,” ujarnya.

Dikonfirmasi, Kepala BPJS Kesehatan Bintan Anggi, mengatakan tidak dapat memberikan keterangan terkait persoalan tersebut. Dia menyarankan agar pijarkepri.com menghubungi Humas BPJS Kesehatan Bintan.

“Pak nanti kalau masalah pemberitaan ini kami gak bisa memberikan keterangan kecuali orang humas. Bapak hubungi saja orang humas,” katanya, dihubungi.

Hingga saat ini, Afriandy bocah 8 tahun masih menunggu kepastian penanganan medis untuk derita yang tengah dia alami lantaran soal kartu BPJS Kesehatan yang tak kunjung diselesaikan pihak BPJS Kesehatan Bintan.

Sedangkan pihak BPJS Kesehatan Bintan belum memberikan kepastian kapan kartu kepersertaan BPJS Kesehatan Afriandy dapat terbit.

Pewarta : Aji Anugraha
Editor : Ali Atan Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *