'

100 Tenaga Ahli TKA BAI Terancam Tak Kembali ke Bintan

400 Tenaga Kerja Asing di BAI Aman dari Corona

100 TKA BAI Terancam Tak Bisa Kembali ke Bintan

100 TKA BAI Terancam Tak Bisa Kembali ke Bintan, Kepri.

PIJARKEPRI.COM, Bintan – Direktur Utama PT Bintan Alumina Indonesia (BAI), Santoni, mengatakan sebanyak 100 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Republik Rakyat Tiongkok (Cina) tak dapat kembali bekerja di BAI lantaran wabah virus Corona yang menerpa daratan Cina.

“Ada 100 tenaga teknisi BAI yang sudah pulang ke Cina tak bisa kembali, karena larangan keluar negeri di Cina,” kata Santoni, saat dihubungi pijarkepri.com, Senin (2/3/2020).

Santoni menuturkan, 100 TKA tersebut merupakan tenaga ahli di PT BAI yang di datangkan dari Cina. Tidak kembalinya para pekerja tersebut sedikit tidaknya menghambat percepatan pembangunan BAI.

“Mereka adalah tenaga ahli, seperti salah satunya tenaga ahli batu bara. Kami sedikit terkendala karena tenaga para ahli ini sangat dibutuhkan, sedikitnya mengurangi percepatan pembangunan,” ujarnya.

BAI mendata, hingga saat ini sebanyak 500 tenaga kerja asing asal Cina bekerja di PT BAI. TKA tersebut sudah lama bekerja di BAI. Santoni memastikan TKA asal Cina tersebut tidak terpapar Virus Corona atau disebut COVID-19.

“TKA dari Cina sekitar 400, yang dari Cina tidak dikasih masuk, yang ada sudah lama,” katanya.

Pemerintah Indonesia resmi melarang warga negara China masuk Indonesia. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan, penerbangan dari China ke Indonesia resmi dilarang untuk sementara waktu.

“Semua pendatang yang tiba dari mainland China dan sudah berada di sana selama 14 hari untuk sementara tidak diizinkan untuk masuk dan melakukan transit di Indonesia,” kata Retno usai menggelar rapat terbatas dengan Presiden Jokowi di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Minggu (2/2) kemarin.

Dilansir Kantor Berita Cina, Xinhua, Senin (2/3/2020), Otoritas kesehatan China mengatakan, pihaknya menerima laporan dari 202 kasus baru infeksi coronavirus dan 42 kematian pada hari Minggu di daratan Cina.

Komisi Kesehatan Nasional Cina menyatakan kematian berada di Provinsi Hubei. Sementara 141 kasus yang diduga baru dilaporkan.

Cina mendata sebanyak 2.837 orang dikeluarkan dari rumah sakit setelah pemulihan, sementara jumlah kasus parah menurun 255 menjadi 7.110, pada Minggu (1/3/2020).

Keseluruhan kasus yang dikonfirmasi di daratan Cina telah mencapai 80.026 pada akhir Minggu, (1/3/2020) termasuk 32.652 pasien yang masih dirawat, 44.462 pasien yang telah dipulangkan setelah pemulihan, dan 2.912 orang yang telah meninggal karena penyakit tersebut.

Komisi Kesehatan Nasional Cina mengatakan bahwa 715 orang masih dicurigai terinfeksi virus.

Komisi itu menambahkan 46.219 kontak dekat masih dalam pengawasan medis. Pada hari Minggu, (1/3/2020), sebanyak 8.154 orang dikeluarkan dari pengamatan medis.

Sebanyak 98 kasus yang dikonfirmasi termasuk dua kematian telah dilaporkan di Wilayah Administratif Khusus Hong Kong (SAR), 10 kasus yang dikonfirmasi di SAR Macao, dan 40 di Taiwan, termasuk satu kematian, pada Minggu (1/3/2020).

Tiga puluh enam pasien di Hong Kong, delapan di Makau dan 12 di Taiwan telah dikeluarkan dari rumah sakit setelah pemulihan. (ANG)

Editor : Aji Anugraha

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *