Dua Kegiatan Besar BUMD Kepri 2020, Migas Dan Pertambangan Pasir Laut

Direktur BUMD Kepri, PT Pembangunan Kepri, Azwardi. (Foto: Aji Anugraha)

PIJARKEPRI.COM – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kepri PT Pembangunan Kepri menargetkan pendapatan pada dua kegiatan besar di 2020.

Direktur PT Pembangunan Kepri, Azwardi, di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan, dua kegiatan besar Prusda Kepri itu yakni, Participating interest Migas dan pertambangan pasir laut.

PT Pembangunan Kepri memiliki Participating interest Migas 10 persen dari anak perusahaan PT NWN Pembangunan Kepri dengan perusahan AWE Holding Singapore Pte Ltd di Natuna. Berdasarkan perhitungan konsultan profesional, pendapatan dari Participating interest Migas tersebut Rp53 Miliar perbulan.

“Kami masih menunggu Participating interest Migas segera dapat direalisasikan 10 persen untuk diterima pendapatan daerah melalui BUMD,” ujarnya.

Sedangkan potensi pendapatan dari pertambangan pasir laut akan berlangsung pada tahun ini juga. PT Pembangunan Kepri menempatkan tiga anak perusahaan untuk pengoperasian pertambangan pasir tersebut.

Tiga perusahaan tersebut yakni, PT.Bumiputera Kepri Resources, PT Bumiputera Pembangunan Kepri dan PT. Sarana Kepri Jaya. Tiga perusahaan tersebut belum melakukan eksplorasi lantaran tengah mengurus izin.

Azwardi menjelaskan, salahsatu kendala belum beroperasinya usaha pertambangan pasir laut tersebut lantaran belum rampungnya Ranperda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Kepri.

“Lokasi wilayah pertambangan pasir laut tersebut akan disesuaikan dengan Perda RZWP3K nantinya. Lokasinya di seluruh Kepri,” ujar Direktur ke 9 PT Pembangunan Kepri itu.

Azwardi mengutarakan tengah berusaha mengembangkan PT Pembangunan Kepri bersama 17 anak perusahan. Rata-rata pendapatan BUMD Kepri Rp600-800 juta pertahun.

“Dipotong sekitar 400 juta untuk operasional per tahun,” ungkapnya.

Azwardi mengakui mengalami kesulitan untuk mengembangkan perusahaan plat merah tersebut. Salahsatu masalah yakni, keterbatasan anggaran penyertaan modal. Namun, menurutnya itu bukan hambatan

“Kesulitannya waktu, karena semuanya butuh proses, gak bisa hari ini ngomong hari ini berubah semua butuh waktu, yang terpenting mau berusaha,” katanya.

Pewarta : Aji Anugraha

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top