'

Limbah Renggut Mata Pencarian Nelayan Kawal Bintan

Deretan pompong (Kapal Kayu) menunjukkan aktivitas nelayan di Kawal, Bintan, Kepulauan Riau, Rabu (22/1/2020). (Foto: pijarkepri.com)

Deretan pompong (Kapal Kayu) menunjukkan aktivitas nelayan di Kawal, Bintan, Kepulauan Riau, Rabu (22/1/2020). (Foto: pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM, Bintan – Nelayan di perairan Kawal, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau mengeluhkan soal limbah yang kerap merenggut mata pencarian mereka.

Salah seorang nelayan, Yoyok, di Kawal, Rabu, (22/1/2020), mengatakan, pencemaran limbah terparah terjadi pada akhir tahun 2019.

Di setiap akhir tahun, Limbah rutin mencemari perairan Kawal. Limbah menyebabkan ribuan ikan mati mendadak.

“Setiap akhir tahun, seperti yang terjadi baru-baru ini, ada kiriman limbah di perairan tempat kami mencari nafkah. Ikan dan kepiting banyak yang mati,” ujarnya, yang sehari-hari bekerja sebagai pencari kepiting (ketam).

Yoyok mengungkapkan limbah tersebut berwarna biru. Bahkan air di Perairan Kawal juga tampak membiru.

Ikan mengapung seketika itu. Banyak warga sekitar yang mengambil ikan yang mengapung tersebut.

Pencemaran di perairan itu juga menyebabkan kepiting mati. Kondisi itu menyebabkan nelayan penangkap kepiting mengalami kesulitan menangkap kepiting.

“Saya tidak mengetahui pasti siapa yang membuang limbah ini ke perairan, tetapi ini setiap akhir tahun ada,” katanya.

Baca Juga : Pertambangan Pasir Cemari Perairan Galang Batang Bintan

Yoyok mengatakan petugas dari pemerintah sudah mengambil sampel air yang tercemar limbah, namun sampai sekarang belum diketahui apa hasilnya.

“Kami kehilangan mata pencarian selama berminggu-minggu,” ujarnya.

Bahkan, kepiting juga sulit ditemukan di seputaran bakau. Apa lagi ketika musim tertentu, kepiting menjadi sumber mata pencarian mereka.

“Kalau udah akhir tahun pasti ada limbah, kami kesulitan cari ketam,” ujarnya.

Pewarta : Aji Anugraha

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *