Soerya dan Isdianto Daftar Bakal Cagub dan Cawagub Kepri Melalui PDIP

Plt Gubernur Kepri Isdianto saat mengambil berkas pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur kepri menuju Pilkada serentak 2020 Kepri, di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Kepri, Tanjungpinang, Senin (7/10/2019). (Foto: aji)

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Pelaksana tugas Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto dan Ketua DPD PDI Perjuangan Kepri, Soerya Respationo mengambil berkas pendaftaran bakal calon Gubernur dan wakil Gubernur Kepri melalui PDI Perjuangan Kepri.

Isdianto lebih dulu mengambil berkas pendaftaran bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri Pilkada serentak 2020, di Sekretariat DPD PDI Perjuangan, Jalan DI Panjaitan Tanjungpinang, Senin (7/10/2019). Beberapa jam menyusul Ketua DPD PDI Perjuangan Kepri, Soerya Respationo mengambil berkas pendaftaran.

“Ya, saya mengambil formulir pendaftaran ini dua-duanya, formulir sebagai cagub dan cawagub. Tergantung DPP PDIP memutuskannya,” kata Isdianto yang juga Ketua Dewan Pertimbangan PDIP Kepri.

Isdianto merasa optimistis dapat mencalonkan diri sebagai bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang diusung PDIP. Formulir pendaftaran itu akan diserahkannya sebelum 12 Oktober 2019. Sementara Soerya Respationo langsung mengembalikan berkas.

“Saya ambil cagub saja, saya ambil sekaligus mengembalikannya, syarat-syaratnya sudah lengkap semua,” kata Soerya usai menyerahkannya.

Soerya Respationo untuk ke tiga kali maju sebagai peserta Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau, ia belum memastikan akan menggandeng siapa pasangan dalam Pilkada serentak 2020 mendatang.

Soerya Respationo saat mendaftar sebagai calon gubernur Kepri dari PDI Perjuangan Kepri, di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Kepri, Tanjungpinang. (Foto: aji)

Sedangkan Isdianto merupakan politisi pertama yang mengambil formulir pendafataran sebagai cagub dan cawagub di PDI Perjuangan.

Awalnya, Isdianto dijadwalkan mengambil formulir pendaftaran pada 5 Oktober 2019, namun hal itu urung dilakukan lantaran mengikuti serangkaian kegiatan HUT TNI di Batam.

DPD PDIP Kepri pun memutuskan untuk memperpanjang jadwal pengambilan formulir, khusus untuk kandidat dari internal partai. Namun jadwal pengembalian formulir pendaftaran tetap 12 Oktober 2019.

“Sebagai petugas partai, saya siap melaksanakan keputusan DPP PDIP, apakah sebagai cagub atau cawagub,” tegasnya.

Berdasarkan catatan, Isdianto merupakan politisi yang berasal dari birokrat. Karir Isdianto sebagai pejabat di Pemprov Kepri melesat ketika HM Sani, abang kandungnya menjabat sebagai Wagub Kepri dan Gubernur Kepri. Jabatan terakhir Isdianto di Pemprov Kepri yakni Kepala Dispenda Kepri.

Setelah HM Sani meninggal dunia (8 April 2016), Wakil Gubernur Kepri Nurdin Basirun menggantikannya. Kemudian partai pengusung Sani-Nurdin saat Pilkada Kepri 2015 “melelang” jabatan untuk Wagub Kepri. Isdianto satu-satunya birokrat yang didorong untuk meraih peluang itu. Namun ia bukan figur yang disukai Nurdin.

Dinamika hingga manuver politik yang diduga dilakukan kelompok Nurdin menyebabkan proses penetapan Wagub Kepri berlangsung lama.

Isdianto akhirnya merapat ke PDIP untuk mendapatkan jabatan strategis itu, meski saat Pilkada Kepri partai tersebut berlawanan dengan Sani-Nurdin.

Isdianto akhirnya dilantik sebagai Wagub Kepri pada 27 Mei 2018. Kemudian Isdianto menjabat sebagai Pelaksana Gubernur Kepri pada 13 Juli 2019 setelah Nurdin Basirun ditangkap KPK dalam kasus dugaan gratifikasi ijin reklamasi Tanjung Piayu, Batam.

Pewarta : Aji Anugraha
Editor : Al Ashari

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top