Polda Kepri Ungkap Kasus Prostitusi Online ‘Cewek Panggilan Batam’

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga bersama Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri Kompol Dhani Catra Nugraha, SH, SIK saat menjelaskan pengungkapan kasus Prostitusi Online di Batam. (f-HPK, pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM, Batam – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau berhasil mengungkap kasus prostitusi online dan tindak pidana perdagangan orang di Batam, Kepulauan Riau.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga bersama Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri Kompol Dhani Catra Nugraha, SH, SIK, MH, di Batam, Senin (11/2/2019) menjelaskan rangkaian pengungkapan kasus bisnis haram tersebut.

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan polisi LP-B/89/XII/ 2019/SPKT–Kepri, 08 Desember 2018, bertempat di Puri Selebrity 3, Kota Batam, Sabtu 9 Februari 2019 sekira pukul 17.00 WIB mengenai merebaknya iklan lowongan Pekerja Seks Komersial (PSK) melalui iklan ‘Cewek Panggilan Batam’ melalui jejaring internet.

Berdasarkan itu, anggota Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri melakukan pengungkapan kasus terhadap dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan atau tindak pidana informasi transaksi elektronik setelah melakukan penyelidikan selama 3 (tiga) bulan sejak bulan Desember 2018.

“Kemudian melakukan penyamaran dengan memesan Pekerja Seks Komersial melalui website ‘Cewek Panggilan Batam’ dan berhasil menangkap tersangka AS alias A berserta mengamankan 1 (satu) orang korban yang dibawa oleh tersangka dari Jakarta menuju Kota Batam untuk dijadikan PSK,” ungkap Erlangga.

Ia mengungkapkan, kemudian tersangka dan korban dibawa ke Polda Kepri untuk keterangan lebih lanjut. Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan diperolah keterangan bahwa adapun korban yang telah diperdagangkan oleh tersangka, Sebagai berikut :

Inisial : RS Alias E, 19 tahun, daerah asal pangandaran (Jawa Barat).
Inisial : NJ, 20 tahun, daerah asal Cirebon (Jawa Barat).
Inisial : VR, 20 tahun, daerah asal Purwakarta (Jawa Barat).
Inisial : M A F Alias C 32 tahun, daerah asal Medan, Sumatera Utara.
Inisial : FH Alias I, 32 tahun, daerah asal Jakarta.
Inisial : W A W, jawa tengah 23 tahun. Daerah asal Jateng.
Inisial : L, 19 tahun, daerah asal Medan

Polisi menyangkakan perbuatan pelaku dikenakan pasal 2 Undang-Undang RI Nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan atau pasal 45 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang RI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik junto pasal 64 ayat (1) kuhp.

Selain itu, dari tangan tersangka AS Alias A Polisi mengamankan barang bukti berupa 2 (dua) lembar boarding pass kereta api dari cirebon ke jakarta atas nama Agus supriadi dan Nurjanah. 1 (satu) buah handphone merk asus zenfone seri 3 warna hitam dengan nomor 08126684XXXX dan 08133333XXXX, 1 (satu) buah kartu atm BNI dengan nomor kartu 19453416004XXXX, dan Uang tunai senilai Rp3.250.000.

Barang bukti lainnya yang turut diamankan Polda Kepri berupa, uang hasil rental mobil senilai Rp500.000. 1 (satu) buah flashdisk yang berisi video oral sex berdurasi 59 detik antara tersangka dan korban saat akan direkrut menjadi PSK. 1 (satu) buah kartu memori micro sd merk v-gen dengan nomor 11855226. 1 (satu) lembar surat keterangan domisili atas nama estu suhaya.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) buah kartu ATM Cimb Niaga dengan nomor kartu 589929000084XXXX. 2 (dua) lembar boarding pass batik air dari hlp menuju bth atas nama Pelaku dan korban NJ. 2 (dua) butir pil norelut norethusterone (obat penunda haid/pencegah kehamilan).

HPK
Editor : Aji Anugraha

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *