Melayu Raya Lingga : Usut Tuntas Masalah Jaspel di RSUD Dabo

Korwil Melayu Raya Lingga saat mengantarkan seorang pasien RSUd Dabo Lingga rujuk ke RSUD Kepri belum lama ini. (f-aci)

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Koordinator Wilayah (Korwil) Perhimpunan Melayu Raya Lingga meminta dan mendesak kepada Polres Lingga untuk segera memproses dan menuntaskan dugaan penyalahgunaan Jasa pelayanan (Jaspel) yang saat ini terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dabo Singkep.

“Kita berharap apapun isu yang menyangkut kesejahteraan masyarakat, apa lagi masalah pekerjaan, mereka berhak mendapatkan hak kewajiban mereka, dan itu wajib untuk di usut tuntas,” kata Zuhardi, Korwil Melayu Raya Lingga saat ditemui, belum lama ini.

Pria yang yang akrab disapa Ju’ai ini mengatakan, segala dugaan-dugaan tersebut, apalagi dengan nominal yang begitu wah, saya berharap pihak Polres atau penegak hukum, maupun Pemerintah daerah baik dari DPRD mereka mengambil sikap.

Ketika ingin menjadikan Lingga Terbilang, Ju’ai menjelaskan, kita harus jadi profesional, dan kita juga berharap kedepan Pemerintah juga dalam mengambil langkah untuk menjadikan dan menempatkan seseoran di OPD itu, harus dikaji dan dinilai jangan asal-asalan saja.

“Kita berharap Pemerintah dalam menempatkan seseorang untuk melihat Quantitas dan optimis, jangan menempatkan orang yang bermasalah, karena efeknya kita sebagai masyarakat Kabupaten Lingga merasa kecewa,” terangnya.

Pemerintah, lanjut Ju’ai, diharapkan juga menjadi pelopor dan contoh terbaik terhadap masyarakat dalam memberikan pelayanan, kita tau hari ini dan sebelumnya dan saya juga sudah membicarakan soal gaji atau hak mereka, namun dalam memberikan pelayanan juga harus optimal, melayani pasien hendaknya dengan hati yang sejuk dan dengan senyum.

Kita minta, kata Ju’ai lagi, pihak Polres untuk menyikapi secara tuntas dan memproses secara hukum terkait Direktur RSUD Dabo, yang saat ini menempati dan menjadi Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga.

“Pemerintah hendaknya mengambil sikap dan melihat apakah ini sudah menjadi fatal, orang yang bermasalah ngapain dia dudukan, takutnya nanti malah menimbulkan masalah lagi,” sebutnya.

Ju’ai menambahkan, jika memang dalam penjelasannya terpakai tentu harus jelas untuk apa, jangan mendahulukan yang lain tapi tidak menuntas hak dan itu sudah melanggar.

“Jangan hanya yang diatas dihargai tapi yang bawah tidak, karena masalah terpakai tersebut harus jelas,” tutupnya. (ACI)

Editor : Aji Anugraha

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *