Gebyar Pemuda Gelar Dialog Kebangsaan

 

Dialog Kebangsaan Gebyar Pemuda di Lingga, di Gedung PSMTI Dabo Singkep, Lingga, Sabtu (1/12). (F-aci)

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Pemerintah Lingga bekerja sama dengan HKTI, KNPI, Perpat menggelar gebyar pemuda dialog kebangsaan, di Gedung PSMTI Dabo Singkep, Sabtu (1/12/2018), Malam.

Gebyar pemuda  untuk dialog kebangsaan diisi narasumber Nazief Soesila Dharma dan Capt. Samuel Bonaparte.

Ketua Panitia dialog kebangsaan, Erwan dalam laporannya menyampaikan, dialog kebangsaan tersebut mengambil tema “Bangkitkan Ekonomi Wilayah Perbatasan Indonesia”. Dengan tema tersbut, menurutnya Provinsi Kepulauan Riau adalah pintu gerbang Indonesia, namun kenapa ekonomi di Kepri justru agak merosot.

“Semoga dengan dialog kebangsaan ini kita dapat pencerahan untuk pertumbuhan ekonomi,” kata Erwan di Gedung PSMTI Dabo Singkep, Sabtu (1/12/2018).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga, Junaidi Adjam, yang mewakili Bupati Lingga, dalam mengawali sambutannya mengutip kata Presiden Pertama RI, Ir Sekarno “Berikan aku 1.000 orang tua akan aku cabut semeru dari akarnya, tapi berikan aku 10 Pemuda, niscaya akan ku guncangkan dunia”.

Ia mengatakan, dengan tema yang diangkat pada gebyar pemuda malam itu, tentunya pemerintah daerah setempat menyampaikan apresiasi dan menyampaikan penghargaan kepada pemuda-pemuda yang telah melaksanakan kegiatan seperti ini, hal ini upaya untuk dapat membangkitkan semangat kebangsaan.

“Karena akhir-akhir ini kita melihat semangat kebangsaan itu sedikit menurun, oleh karena berbagai aspek apakah itu politik dan lain sebagainya,” sebutnya.

Pada malam hari ini, lanjut Junaidi, mari kita bersama membangun sebuah pekerjaan baik itu bidang ekonomi, imprastruktur, pendidikan dan kesehatan, karena pada tahun 2019 yang akan datang ada empat prioritas pembangunan yakni, pertanian, pariwisata, perkebunan dan perikanan.

Dijelaskan, empat sektor ini merupakan sektor unggulan Bupati Lingga kedepan, karena akan membantu meningkatkan ekonomi. dan ini adalah pondasi pertama untuk membangun suatu daerah.

“Jika itu sudah terbangun seluruh aset kehidupan disatu daerah akan menjadi mantap dan sempurna,” terangnya.

Sementara itu, Nazief Soesila Dharma salah satu narasumber mengungkap, ekonomi selalu tergantung kepada pemimpinnya, sistem pendidikan Indonesia harus di rubah mensetnya. pendidikan di Indonesia saat ini adalah di mana guru mencari murid namun di luar negri rata-rata murid yang mencari guru.

Katanya lagi, artinya murid setelah tamat bisa beragam ke ahliannya. selain itu, Pemerintah harus memberi kebebasan ruang gerak kepada pemuda, agar adanya pemikiran baru yang sesuai dengan perkembangan saat ini.

“Tapi jangan kita melihat dari pertumbuhan dari anggaran daerah atau dari angka kumulativ, namun lihatlah dari sisi serapan pertumbuhan ekonomi masyarakat. seperti pertumbuhan ekonomi kecil dan dapat di gerakkan dari segala lini,” ungkap pria yang pernah menjadi Camat Singkep pada tahun 1985.

Ditempat yang sama, Capt. Samuel Bonaparte, menerangkan, kita memilki akses harta yang sangat banyak terutama di laut, kalau di kembalikan kepada ekonomi maka Kepri memiliki laut yang luas dari daratan. namun kita tetap selalu mengelola daratan tanpa harus berpikir bagaimana mengembangkan laut sebagai area pertumbuhan ekonomi.

Tambahnya lagi, kalau kita kaitkan dengan kehidupan semua itu butuh beberapa perubahan, seperti pendidikan merupakan pondasi dari ilmu kemajuan zaman, dan sisi hukum adalah landasan yang dipedomani sebagai sasaran garis yang tidak boleh di lewati.

“Negara itu di ibaratkan suatu rumah tangga yang harus di bangun secara bersama, di sinilah peran pemuda harus dapat formula baru untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi secara riel,” tutupnya. (ACI).

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top