
PIJARKEPRI.COM, Lingga – Kondisi Sarana dan Prasarana (Sapras) ruang Laboratorium dan toilet siswa SMP Negeri 2 Singkep Barat, yang berada di Bukit Nyaka, Desa Bakong, sangat memprihatinkan.
Kedua bangunan Sapras tersebut tampak ringsek dan tak layak difungsikan. Diketahui, sejak dibangun 2001 dan difungsikan 2002 sebagai kelas jauh SMP Negeri 1 Singkep Barat, seluruh Sapras sekolah tak pernah direnovasi.
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Singkep Barat, Sri Handayani, di Lingga, Selasa (25/9) mengutarakan, harapannya agar pemerintah dapat merehab laboratorium dan toilet siswa yang sangat memperhatinkan, lantaran tak dapat digunakan lagi.
Sri menunjukkan kondisi atap bangunan laboratorium siswa yang berlubang, sehingga saat ini harus dilapisi terpal sebagai penadah air ketika hujan dan terik matahari.
Kendati kondisi laboratorium yang sudah ringsek, dan tak dapat digunakan untuk ruang praktik, serta minimnya Sapras di SMP Negeri 2, pihak sekolah tetap menggunakan bangunan itu sebagai tempat pertemuan dengan para wali murid jika akan ada berbagai kegiatan.
“Sejak dibangun hingga saat ini ruang labor dan WC belum pernah direhab, ruang labor tersebut sekarang ini hanya digunakan anak-anak untuk latihan dan berbagai keperluan lainnya,” kata Sri Handayani.
Selain ruang laboratorium, lanjut Sri, kondisi toilet siswa juga sudah tidak dapat digunakan, lantaran kondisinya sudah rusak parah, sehingga para siswa yang akan buang air kecil dan besar terpaksa menggunakan toilet guru.
“Ada empat WC untuk para siswa, dua untuk putri dan dua untuk putra, namun semuanya sudah tidak bisa digunakan lagi, dari dalam hingga kondisi bangunannya boleh dikatakan sudah hancur,” terangnya.
Sri mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pusat, serta beberapa anggota DPRD Lingga juga telah beberapa kali datang dan melihat kondisi ruang laboratorium dan toilet siswa yang ringsek tersebut.
“Meski telah beberapa kali dikunjungi oleh Kementerian Pendidikan dan anggota DPRD Lingga dan kita usulkan untuk direhab, namun kondisi labor dan toilet siswa tersebut hingga saat ini belum juga terealisasi,” imbuhnya.
Pewarta : Puspandito/ACI







