Masalah Buaya di Lingga Perlu Menjadi Perhatian Bersama

Buaya di Pulau Bulan, Batam. (Foto: istimewa)
Buaya di Pulau Bulan, Batam. (Foto: istimewa)

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Permasalahan buaya di beberapa daerah di Kabupaten Lingga perlu kiranya mendapat perhatian serius, hal ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga yang beraktifitas sehari-hari, khususnya bagi mereka yang berprofesi sebagai nelayan, kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Lingga, Abdul Gani Atan Leman.

“Ada 8 titik yang sudah dapat diketahui tempat buaya itu berada yakni, Panggak Laut 2 titik, Mepar 2 titik, Kerandin 2 titik dan Desa Sungai Pinang 2 titik,” tambahnya, di Lingga, saat dihubungi melalui seluler, belum lama ini.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, hasil dari tim survei tentang buaya di Kabupaten Lingga sudah termasuk Over Populasi (Populasi yang berlebihan), sehingga perlu perhatian khusus

Dari 4 Desa tersebut, lanjut Gani, hanya Desa kerandin dan Desa Sungai Pinang tempat buaya itu bersarang atau pembiayakan, sedangkan Desa Panggak Laut dan Desa Mepar, tempat transit untuk mencari makan. sehingga diperkirakan dalam 1 bulan buaya di 8 titik tersebut bisa ditangkap 200 sampai 300 ekor buaya dari Induk ayah Anak.

Ia mengungkapkan, berkaitan hal tersebut, kiranya Pemkab Lingga dalam hal ini Bupati Lingga, KSDA, Camat dan Lurah perlu duduk bersama, untuk melakukan kerjasama dengan PT. Perkasa Jagat Kurnia (PJK) yang mempunyai penangkalan Buaya di Pulau Bulan, Batam.

“Ini harus dilakukan sesegera mungkin Antisipasi bersama demi kenyamanan masyarakat terutama Nelayan,” imbuhnya. (ACI)

Pos terkait