Tagana Tanjungpinang Suplai Tempat Tidur untuk Warga Terkena Banjir

Tim Tagana Tanjungpinang saat menyuplai tempat tidur (palbet) untuk warga Kelurahan Batu 9 yang terkena banjir. (Foto: Tagana TPI/pijarkepri.com)
Tim Tagana Tanjungpinang saat menyuplai tempat tidur (palbet) untuk warga Kelurahan Batu 9 yang terkena banjir. (Foto: Tagana TPI/pijarkepri.com)
Tim Tagana Tanjungpinang saat menyuplai tempat tidur (palbet) untuk warga Kelurahan Batu 9 yang terkena banjir. (Foto: Tagana TPI/pijarkepri.com)
Tim Tagana Tanjungpinang saat menyuplai tempat tidur (palbet) untuk warga Kelurahan Batu 9 yang terkena banjir. (Foto: Tagana TPI/pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM Tanjungpinang – Taruna Siaga Bencana (Tagana) Tanjungpinang turut serta menyikapi bencana banjir yang menimpa warga Jalan Adi Sucipto KM 12, Kelurahan Batu 9, Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Hujan lebat yang turun Senin (23/4/2018) siang, hingga Selasa (24/4/2018) dini hari, menyebabkan banjir.

Tagana mendata, lebih kurang 18 rumah terendam banjir, sebanyak 31 jiwa hingga saat ini tidak dapat beraktifitas akibat tergenang air. Beberapa perabotan milik warga setempat, seperti tempat tidur basah dan tidak bisa digunaka

Tim Tagana Tanjungpinang turun ke lokasi banjir untuk meminjamkan Palbet (tempat tidur).

Tim Tagana Tanjungpinang saat menyuplai tempat tidur (palbet) untuk warga Kelurahan Batu 9 yang terkena banjir. (Foto: Tagana TPI/pijarkepri.com)
Tim Tagana Tanjungpinang saat menyuplai tempat tidur (palbet) untuk warga Kelurahan Batu 9 yang terkena banjir. (Foto: Tagana TPI/pijarkepri.com)

Ketua Tagana Kota Tanjungpinang Hamdan Syahrial, mengatakan untuk sementara ini pihaknya meminjam pakai peralatan Palbet untuk tidur warga yang rumahnya terkena banjir

“Untuk saat ini kita pinjamkan dulu kepada warga, besok bantuan lain akan menyusul apa kebutuhan mereka,” ujar Hamdan sebagaimana dilansir radarkepri.com

Hamdan mengatakan pihaknya turun ke lokasi banjir setelah menerima laporan dari Rukun Tetangga (RT) setempat Rumono Ketua RT 01. Setelah berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat, Tim Tagana melakukan pendataan berapa rumah yang berdampak cukup parah akibat banjir ini.

“Sebanyak 25 orang anggota Tagana saya kerahkan untuk membantu evakuasi barang-barang milik warga,” ujar Hamdan.

Saat membawa peralatan Palbet, anggota Tagana harus berjibaku untuk sampai ke rumah warga karena akses jalan yang masih tergenang air.

Mereka terlihat bahu membahu menggotong Palbet untuk diserahkan kepada warga. (ANG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *