'

Pokcai Naas Tewaskan Satu Warga Bintan

Warga dan tim penyelamat saat menyelamatkan pokcai di perairan Selat Bintan I dan II, Kabupaten Bintan, Sabtu (15/7). Pokcai tersebut tenggelam dikarenakan mengalami kebocoran.

Warga dan tim penyelamat saat menyelamatkan pokcai di perairan Selat Bintan I dan II, Kabupaten Bintan, Sabtu (15/7). Pokcai tersebut tenggelam dikarenakan mengalami kebocoran.

PIJARKEPRI.COM, Bintan – Berita duka kembali terjadi di Bintan. Pokcai yang merupakan alat transportasi angkutan laut dan beroperasi di Selat Bintan, Sabtu (15/7) sore, bernasib naas.

Pokcai tersebut tenggelam saat sedang menyeberang dari Selat Bintan I menuju Selat Bintan II, Desa Pengujan, Kabupaten Bintan Kepri.

Tenggelamnya pokcai diduga akibat kebocoran di bagian deck bawah yang mengakibatkan air terus masuk sebelum sampai ke penyebrangan.

Menurut informasi dari Humas Kabupaten Bintan, dari hasil investigasi sejumlah tim penyelamat di lapangan, didapatkan bahwa pokcai tersebut mengangkut 25 orang penumpang ditambah 1 unit mobil berplat hitam dan 8 unit sepeda motor.

Seluruh penumpang dikabarkan langsung terjun ke laut saat mengetahui adanya kebocoran.

20 orang diantaranya berhasil selamat, 4 orang lainnya mengalami luka dan lemas sehingga harus dilarikan ke Puskemsmas Desa Busung, Bintan untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu 1 orang penumpang yang diketahui bernama Mahani dan merupakan istri Kepala Desa Pengujan harus menghembuskan nafas terakhirnya.

Bupati Bintan H. Apri Sujadi, S.Sos saat mendapat kabar tersebut langsung menuju ke lokasi kejadian untuk melihat secara langsung, kemudian berlanjut ke rumah duka di kediaman Kades Pengujan, Sabtu malam (15/7).

Didampingi beberapa orang rombongan, Bupati Bintan tampak khusyuk membacakan Surah Yassin bersama pelayat lainnya.

“Saya pribadi beserta keluarga dan atas nama Pemerintah Kabupaten Bintan turut berduka cita atas meninggalnya ibu Mahani yang merupakan istri Kepala Desa Pengujan. Sama-sama kita bermunajah semoga Almarhummah diampuni segala dosa-dosanya dan ditempatkan bersama orang-orang yang beriman, Aamiin” ungkap Bupati Bintan sesaat sebelum beranjak dari rumah duka.

“Kehadiran kami selain sebagai wujud bela sungkawa atas musibah ini, juga berharap agar kelurga yang ditinggalkan beserta keluarga korban lainnya dapat diberi ketabahan. Kejadian ini tentunya memberikan hikmah yang sangat besar bagi kita semua” tutupnya.

Penulis : Aji Anugaha
Sumber : Humas Pemkab Bintan, Kepri.

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top