Anambas, PIJARKEPRI.COM – Kantor Unit Layanan Pelanggan ULP PLN Tarempa dipenuhi warga pada Selasa malam. Massa datang memprotes kondisi listrik di Kepulauan Anambas yang hidup-mati tidak sesuai jadwal.
Menanggapi aksi tersebut, Wakil Bupati Kepulauan Anambas langsung menemui Kepala ULP PLN Tarempa untuk meminta penjelasan dan solusi.
Dalam wawancara dengan awak media, Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, menegaskan pemerintah daerah mendorong agar kelistrikan di Anambas segera stabil.
“Kondisi listrik, tepatnya tanya langsung ke pihak PLN karena mereka yang punya. Kalau kita dari pemerintah daerah tentu mendorong ya, mendorong bagaimana supaya PLN kita ini stabil,” ujar Wakil Bupati kepada awak media. Selasa (25/8/2026)
Ia juga menyebut permasalahan ini tidak bisa diselesaikan hanya di tingkat Tarempa.
“Tentunya tadi hasil dari diskusi-diskusi, ternyata enggak cukup hanya sampai di sini saja. Kita mesti dorong ke Tanjung Pinang,” katanya.
Wakil Bupati menambahkan pihaknya juga berencana membawa persoalan ini ke Batam dan Jakarta.
“Sebetulnya sudah lama kita dorong, cuma sampai hari ini kan belum terpenuhi, kalau proses sudah lama,” ujarnya.
Terpisah, Kepala ULP PLN Tarempa, M, Fahri Refi menjelaskan pemadaman yang terjadi saat ini disebabkan adanya gangguan pada pembangkit.
“Jadwal rubah dalam kondisi sekarang ini kondisi mesin memang ada kelainan ada kerusakan. Jadi asal karena bebannya ada mesin yang keluar dari sistem, maka kita harus mengurangkan beban, pemadaman bergilir, sampai dengan kondisi normal,” jelasnya.
Saat ini, menurutnya, hanya ada satu unit mesin yang beroperasi. “Saat ini ada satu unit mesin,” katanya.
Terkait detail teknis kerusakan, ia mengaku tidak memiliki kapasitas untuk menjelaskan lebih jauh.
“Kalau itu saya tidak punya kapasitas untuk detail gangguannya seperti apa. Karena itu kan imunnya khusus di pembangkit Pak ya. Mungkin informasi terakhir yang saya dapat masih ada terobrol mesin seperti itu,” ujarnya.
Untuk jadwal pemadaman, PLN ia mengaku sudah menyusun jadwal hingga 27 Agustus mendatang.
“Untuk jadwal kami sudah susun malam ini sampai dengan tanggal 27 nanti,” ujarnya.
Ia memastikan pemadaman akan diupayakan sesuai jadwal dengan toleransi beberapa menit.
“Kami memang harus sesuai jadwal Pak, paling ada plus minus berapa menit. Empat jam lebih kurang kita,” tambahnya.
Ditanya bagaimana jika ada kegiatan penting seperti operasi di rumah sakit saat jadwal padam, PLN menegaskan tetap akan memadamkan sesuai jadwal.
“Jadi kalau memang kita ada jadwal padam, tetap kita akan padamkan juga. Karena kita tidak bisa kembang pilih kan. Jadi memang kondisi padam, waktunya padamnya kita padamkan,” ujarnya.
Namun ia memastikan RSUD di Tarempa sudah memiliki antisipasi. “Betul, kalau dari pihak rumah sakit RSUD di sini sudah ada backup genset di sana.
Pemerintah daerah dan PLN berharap warga bersabar sampai kondisi pembangkit kembali normal dan pasokan listrik stabil.
Pewarta : Fendi







