TANJUNGPINANG – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Tanjungpinang sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Mengambil tempat di Gedung Insan Cita, Tanjungpinang, perhelatan akbar ini dimulai tepat pukul 09.00 WIB dengan mengusung spirit konsolidasi demokrasi organisasi dan penguatan kemitraan strategis daerah.
Agenda rutin lima tahunan ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting daerah, di antaranya Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, S.Hut., M.M., Ketua Umum MD KAHMI Kota Tanjungpinang yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Dr. Ade Angga, S.IP., M.M., serta jajaran tokoh senior alumni seperti Ridarman Bay, Suprapto, S.T., dan Dr. Suryadi, S.P., S.H., M.H.
Ketua Panitia Pelaksana Musda IV KAHMI Tanjungpinang, Muhammad Fhirman Aqrabi, dalam laporan pembukanya menegaskan bahwa Musda merupakan manifestasi dari kepatuhan terhadap mekanisme organisasi dan keharusan demokrasi yang sehat di tubuh KAHMI.
Pihaknya berharap forum tertinggi di tingkat daerah ini dapat berjalan lancar serta menghasilkan nakhoda baru, yakni figur pemimpin muslim yang berintegritas, visioner, dan mampu membawa KAHMI bertransformasi menghadapi tantangan zaman.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum MD KAHMI Tanjungpinang periode berjalan, Dr. Ade Angga, S.IP., M.M., dalam sambutannya menyoroti nilai fundamental HMI yang melekat pada setiap alumni, yakni solidaritas kolektif dan mentalitas perjuangan berbasis doktrin ‘Yakin Usaha Sampai’ (Yakusa). Ade Angga menegaskan bahwa ber-KAHMI secara hakiki berarti mewakafkan diri untuk siap mengawal dan mendukung keberlanjutan perkaderan adik-adik HMI, karena arah perjuangan KAHMI pada dasarnya selaras dengan tujuan luhur HMI.
Dalam momen penuh kehangatan tersebut, ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama masa kepemimpinannya serta mengapresiasi kinerja tim panitia, khususnya Ketua OC Muhammad Fhirman Aqrabi, Sekretaris Panitia Rio Wanis, dan Koordinator Steering Committee (SC) Ahmad Nurafedi yang telah bekerja keras menyukseskan jalannya Musda ke-4 ini.
Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, S.Hut., M.M., yang hadir mewakili Pemerintah Kota, memberikan pengakuan mendalam atas kontribusi signifikan alumni HMI yang tersebar luas di berbagai lini birokrasi dan pemerintahan daerah. Ia menceritakan bagaimana rekam jejak HMI yang konsisten melahirkan pemimpin bangsa membuktikan pentingnya penguatan jejaring (networking) institusional.
Di hadapan peserta Musda, Zulhidayat juga menguraikan dinamika fiskal daerah saat ini, di mana Pemerintah Kota Tanjungpinang tengah melakukan langkah efisiensi anggaran pusat hingga mencapai Rp175 miliar untuk dialokasikan ke dalam program-program strategis nasional.
Meski berada dalam situasi efisiensi, ia optimistis melalui kolaborasi solid antara kader-kader KAHMI bersama pemerintah dapat mengembalikan kejayaan Kota Tanjungpinang seperti 400 tahun silam, saat kota ini menjadi episentrum peradaban dan pusat perdagangan maritim yang jaya di masanya.
Refleksi teologis dan filosofis yang mendalam kemudian dipaparkan oleh Dr. Suryadi, S.P., S.H., M.H., yang menggambarkan Musda ke-IV ini sebagai forum yang ‘bertabur bintang’ lantaran dihadiri oleh para intelektual dan praktisi andal dari rahim hijau-hitam.
Suryadi mengutip mutiara hikmah dari sahabat Rasulullah SAW, Ibnu Abbas RA, mengenai kekuatan kata-kata yang baik (kalimah thayyibah) yang diibaratkan seperti pohon yang baik, akarnya menghujam kuat ke bumi dan cabangnya menjulang ke langit, senantiasa menghasilkan buah kebaikan di setiap musim.
Niat dan perkataan baik inilah yang melandasi dua pilar besar di HMI, yakni visi keislaman dan visi keindonesiaan, di mana misi dakwah di dalamnya selalu melahirkan kemaslahatan publik.
Lebih lanjut, Suryadi menguraikan bahwa lima kualitas Insan Cita HMI—Insan Akademis, Pencipta, Pengabdi, Bernafaskan Islam, dan Bertanggung Jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur—merupakan manifestasi konkret dari lima dasar sosial-ekonomi Islam, yaitu ‘Adalah (Keadilan), Ukhuwah (Persaudaraan), Maslahah (Kesejahteraan Umum), Ikhtiar (Kerja Keras), dan Amanah (Tanggung Jawab Publik).
Ia menutup dengan pesan moral tentang esensi perjuangan di HMI yang bertumpu pada keikhlasan pengorbanan material dan spiritual, di mana seluruh kader sudah terbiasa berkorban mengeluarkan energi hingga harta sendiri demi jalannya roda organisasi, sehingga Allah SWT senantiasa turun tangan memberikan kemudahan dan jalan keluar.
Musda IV KAHMI Kota Tanjungpinang ini pun dijadwalkan berlangsung hingga siang hari untuk merumuskan garis-garis besar program kerja serta memilih jajaran kepengurusan baru untuk periode berikutnya. (Red)






