Kemarau Panjang, Petani Tanjungpinang Terancam Gagal Panen

Lahan pertanian Kelompok Tani 57 Maju Mapan 58, di Tanjung Moco, Dompak, Tanjungpinang, Kepri, Minggu (15/2/2026). Sudah 2 bulan daerah Tanjungpinang tidak diguyur hujan mengakibatkan sumber air penyiraman pertanian kering. (Foto: Aji Anugraha)
Lahan pertanian Kelompok Tani 57 Maju Mapan 58, di Tanjung Moco, Dompak, Tanjungpinang, Kepri, Minggu (15/2/2026). Sudah 2 bulan daerah Tanjungpinang tidak diguyur hujan mengakibatkan sumber air penyiraman pertanian kering. (Foto: Aji Anugraha)

PIJARKEPRI.COM – Petani di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mengeluhkan keterbatasan air untuk penyiraman lahan pertanian akibat kemarau panjang.

Selama dua bulan terakhir tanpa hujan, sebagian tanaman terancam gagal panen karena kekeringan.

Bacaan Lainnya

Ketua Kelompok Tani 57 Maju Mapan 58 Tanjung Moco, Suyadi, mengatakan kondisi ini mulai berdampak serius terhadap hasil pertanian warga.

Tanaman cabai dan kacang menjadi komoditas yang paling terancam karena sangat bergantung pada ketersediaan air.

Menurut Suyadi, dari enam kolam air buatan yang selama ini menjadi sumber utama penyiraman, satu kolam telah mengering sepenuhnya.

Padahal, kolam-kolam tersebut merupakan satu-satunya sumber air untuk mendukung aktivitas pertanian kelompoknya.

“Sudah dua bulan tidak hujan, sumber air kami mulai mengering,” ujar Suyadi, Minggu (15/2/2026).

Kelompok tani ini mengelola beragam komoditas, mulai dari cabai rawit, cabai merah, jagung, timun, kacang-kacangan, sayur-mayur hingga semangka.

Seluruh tanaman tersebut membutuhkan pasokan air yang cukup, sementara sumber penyiraman terus menipis akibat kemarau berkepanjangan.

Suyadi berharap pemerintah dapat memberikan bantuan berupa pembangunan sumur bor sebagai cadangan air.

Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi kemarau yang berpotensi kembali terjadi pada tahun-tahun mendatang.

“Semoga pemerintah bisa membantu sumur bor, agar jika kemarau datang lagi, pertanian kami tetap memiliki pasokan air,” katanya.

Pertanian di kawasan Tanjung Moco merupakan bagian dari program ketahanan pangan pemerintah pusat di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Hasil panen dari kelompok tani ini selama ini dipasarkan melalui Pasar Tani dan pasar-pasar lokal di Tanjungpinang serta pulau-pulau sekitarnya.

Namun persoalan air menjadi masalah yang tak pernah selesai setiap tahunnya.

Pewarta : Aji Anugraha

Pos terkait