Dampak Pembelajaran Online di Masa Pandemi Covid -19

  • Bagikan
Repika Hasugian, S.Pd, Guru di SMP Negeri 12, Bintan. (foto: doc_pribadi)

PANDEMI Corona Virus Desese 2019 (Covid-19) adalah krisis kesehatan yang pertama dan terutama di dunia. Banyak negara memutuskan untuk menutup sekolah dan perguruan tinggi. Dunia pendidikan menjadi salah satu sektor yang begitu terdampak oleh virus corona.

Sampai saat ini Covid -19 masih mengalami peningkatan yang pesat sehingga keinginan pemerintah, orang tua, para guru dan siswa untuk melaksanakan proses belajar mengajar secara tatap muka masih jauh dari yang diharapkan walaupun pemerintah menggulirkan wacana new normal.

Pemberlakuan kebijakan pembelajaran secara daring bertujuan untuk mengurangi kerumunan antara peserta didik dengan peserta didik lainnya, peserta didik dengan guru sehingga bisa terhindar dari penyebaran Covid -19.

Tujuan dalam tulisan ini adalah untuk memberikan masukan terhadap kami para guru untuk menerapkan model pembelajaran yang bervariasi dan inovatif supaya peserta didik tetap semangat dalam belajar walaupun dilaksanakan secara daring.

Pembelajaran daring (online) dilakukan dengan menyesuaikan kemampuan serta kondisi sekolah. Pembelajaran daring (online) dapat menggunakan teknologi digital seperti google classroom, zoom meet, google form, rumah belajar, video converence dan lainnya.

Disamping itu guru juga harus melakukan pendampingan dan pemantauan melalui whatshapp grup kelas dan orangtua sehingga peserta didik benar terpantau dalam belajar. Pembelajaran online ini mempunyai dampak bagi guru, orang tua dan peserta didik.

Dampak positif yang dirasakan peserta didik dari proses belajar online atau daring ialah anak dan orang tua lebih sering berinteraksi, waktu lebih fleksibel dalam mengerjakan tugas dengan referensi yang lebih banyak misalnya dari internet, melatih kepercayaan dan tanggung jawab dalam diri siswa.

Adapun dampak negatifnya ialah kurang mendapat penjelasan lebih detail tentang suatu materi pembelajaran terkait, lengah dan abai terhadap waktu pengumpulan tugas yang ditentukan dan tekanan emosional yang dirasakan peserta didik karena banyaknya beban yang diberikan.

Dari hasil wawancara saya dengan orangtua, mereka juga mengalami dampak positif dan negatif dari pembelajaran daring misalnya dampak positifnya adalah interaksi anak dan orangtua lebih banyak, orangtua lebih mengetahui potensi anak dan dapat memberi bimbingan, dukungan dan memfasilitasi terutama dalam hal akademik.

Adapun dampak negatif yang orang tua alami adalah sulit membagi waktu antara waktu bekerja dan mendampingi anak, kurangnya kesabaran dalam mendampingi saat proses belajar online karena kurangnya pemahaman orangtua atas materi pembelajaran serta keterbatasan finansial orangtua dalam pengadaan smartphone.

Dari sudut pandang para guru juga mendapatkan dampak positif dan negatif, contoh dampak positifnya adalah guru memiliki banyak waktu dan lebih leluasa untuk menyiapkan materi pembelajaran, guru menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam menggunakan model dan media pembelajaran.

Tetapi ada juga dampak negatif misalnya guru tidak dapat mengetahui dengan jelas kemampuan akademik dari peserta didik, rentang waktu yang lebih lama dalam proses pembelajaran karena peserta didik harus tetap dipantau selama 24 jam, kurangnya penguasaan pemahaman tentang teknologi informatika menjadi momok untuk guru.

Jadi pembelajaran berbasis online atau daring sangatlah baik karena peserta didik memiliki banyak referensi dan waktu yang fleksibel dalam belajar dan dalam mengerjakan tugas, tetapi kerap kali para siswa menyalahgunakan waktu yang ada untuk bermain sosial media.

Saran yang dapat saya berikan adalah peserta didik diimbau untuk lebih menggunakan waktu belajar secara efektif dan diharapkan orangtua dapat lebih tegas dan maksimal dalam mendampingi proses belajar online peserta didik dirumah.

Guru juga dituntut untuk lebih meningkatkan kemampuan dan kreatifitas dalam bidang teknologi informatika dan bidang yang di ampunya sesuai perkembangan zaman. Semoga pandemi Covid -19 segera berakhir. Salam sehat dan Terimakasih.

Penulis : Repika Hasugian, S.Pd merupakan Guru di SMP Negeri 12, Bintan

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 87 = 96