
PIJARKEPRI.COM, Lingga – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Darma, Kabupaten Lingga di Dabo Singkep, masih menggunakan pipa transmisi peninggalan Unit Penambangan Timah Singkep (UPTS) yang beroperasi sejak tahun 1972.
“Meski pada tahun 2014, ada penambahan pemasangan pipa lagi, namun tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan jika pipa utama yang dari PT Timah tersebut air nya dimatikan,” kata Khaidir, Kepala Bagian Hubungan Langganan (Hublang) PDAM Tirta Darma di Dabo Singkep, saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (16/9/2020).
Khaidir menjelaskan, jarak sumber air yang berasal dari Air Gemuruh hingga ke bak penampungan PDAM di Bukit Timah berjarak sekitar 7,6 Kilometer.
Dikarenakan pipa utama tersebut sudah tua, terkadang ada sejumlah perbaikan yang dilakukan petugas PDAM seperti pengelasan pipa yang bocor.
Bahkan baru-baru ini terdapat tiga titik pipa bocor yakni, dua titik di Bukit Timah, dan satu titik di Tanah Sejuk, sekarang sudah kembali dapat beroperasi setelah melalui perbaikan.
“Dikala hujan tak jarang air yang disuplai ke pelanggan sedikit lebih keruh, akibat erosi dan longsor pada bagian hulu aliran sungai, dan saat ini sedang dilakukan pengerjaan pengedaman oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera IV di Air Gemuruh,” terangnya.
Selain itu, lanjut Khaidir, kendala yang ditemui PDAM saat ini adalah, adanya pembalakan liar di kawasan hutan penyanggah air bersih atau kawasan pemasok air.
Pembalakan hutan ini juga berakibat pada terjadinya tanah longsor serta menurunnya debit air untuk masyarakat.
“Kami pihak PDAM, tidak memilik wewenang untuk menghentikan pembalakan liar, untuk itu, saya juga mengajak seluruh instansi terkait untuk menjaga kondisi hutan agar dapat menyediakan air bersih,” imbuhnya. (Aci)







