Bawaslu Lingga Sosialisasi Undang-Undang Pilkada 2016

Bawaslu Lingga saat sosialisasi UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada oleh Bawaslu.

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menggelar Sosialisasi Peraturan Perundang- undangan untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020, di One Hotel Dabo Singkep, Kamis (12/3/2020).

Ketua Bawaslu Kabupaten Lingga, Zamroni mengatakan, sosialisasi tersebut merupakan bentuk komitmen Bawaslu kepada masyarakat agar mengetahui apa-apa saja yang dilarang selama tahapan Pilkada di Kabupaten Lingga 2020.

Zamroni berharap para peserta yang terdiri dari Kades, Lurah, Camat dan TNI/Polri, dapat menyampaikan kepada warga dan masyarakat, mengenai hal-hal berkaitan larangan-larangan selama Pilkada, khususnya terkait dengan ‘money politic’ (Politik Uang) dan sebagainya.

Ia mengatakan, menyosialisasikan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada sangat diperlukan ini, mengingat Undang-Undang tersebut berbeda dengan UU Pemilu Pilpres belum lama ini.

“Kalau pilpres kemarin kita memakai UU No 7 tahun 2017, tetapi untuk Pilkada kita memakai UU Pilkada No 10 Tahun 2016, yang isi nya berbeda, kalau dulu yang dikenai sanksi cuma pemberi, akan tetapi di UU No.10 tahun 2016 ini, pemberi dan penerima sama-sama dikenakan sanksi,” ungkapnya.

Zamroni menjelaskan, selain itu, untuk waktu penanganan pelanggarannya pun berbeda dari sebelumnya. Penanganan perkara Pemilu sebelumnya 14 hari. Berdasarkan UU Nomor 10 tahun 2016 waktu penanganan pelanggaran Pemilu 5 hari kalender.

“Jadi kami di Bawaslu hari Sabtu dan Minggu pun bekerja,” ujarnya.

Menanggapi pertanyaan bahwa Pilkada Lingga saat ini tidak baik-baik saja, Zamroni menyampaikan dan berharap kondisi Pilkada di Kabupaten Lingga, bisa sejuk, damai dan berjalan dengan baik.

Kendati isu dan situasi Pilkada di Lingga saat ini sedikit hangat, akan tapi dia berharap semua pihak dapat mencoba memberikan pemahaman. Upaya Bawaslu yakni, berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk bersama memberikan pengertian kepada masyarakat, agar menciptakan kondisi Pilkada Lingga damai, sejuk dan nyaman.

“Setelah peluncuran index kerawanan pilkada yang telah dilouncing oleh Bawaslu RI kemarin, di Kabupaten Lingga hampir semuanya ada potensi rawan, untuk itu, kita kondisikan ke teman-teman panwascam yang sudah kita bentuk ,untuk selalu melakukan pengawasan,” tutupnya.

Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Pilkada oleh Bawaslu Lingga, dihadiri Kades, Lurah, Camat, TNI/Polri serta Tokoh Agama. (Aci)

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *