'

Pengusaha Perkebunan Durian Raup Ratusan Juta Pertahun

Perkebunan durian Gunawan di Wacopek, Bintan.

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Pengusaha perkebunan durian di Wacopek Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, Bintan, Kepulauan Riau mengaku meraup keuntungan ratusan juta rupiah pertahunnya.

Gunawan (27), seorang pengusaha durian di Pulau Bintan, Sabtu, mengatakan meraup keuntungan Rp130 juta dari hasil jual durian. Pendapatan bersih itu belum termasuk operasional perkebunan durian yang dia kelola tahun kemarin.

“Tahun kemarin agak lumayan, panen durian tiga kali dalam setahun di Mei hingga awal Juli 2019 durian panen, pendapatan bersih 40 persen dari operasional,” ujarnya.

Gunawan mengolah 200 pohon durian di tanah keluarganya seluas 2 hektare, tepatnya di Wacopek, Bintan, Kepulauan Riau. Lahan itu merupakan milik keluarganya yang dikelola bersama-sama. Sebagian lahan ditanami sayur-mayur.

“Ini tanah dan kebun punya keluarga, saya hanya meneruskan,” ujarnya.

Dalam setahun, Gunawan harus mengeluarkan biaya operasional 60-80 juta rupiah untuk biaya pupuk dan gaji dua penjaga kebun. Dia menggunakan pupuk kandang untuk pohon durian besar dan pupuk buah untuk durian yang kecil.

Pohon durian Gunawan rata-rata berusia 17 tahun.

“Pemupukan diberikan setiap akhir panen, kalau pohon yang kecil menggunakan pupuk buah, kalau pupuk kandang diberikan setiap usai masa panen,” ujarnya.

Gunawan mengungkapkan, perawatan pohon durian sangat mempengaruhi kualitas buah durian.

Di musim durian awal 2020 ini, kebun durian Gunawan  menghasilkan 25 sampai 30 kilogram per hari. Satu kilogram durian Gunawan seharga Rp30.000.

“Kecuali kalau yang busuk, jual ke siapa aja yang mau, bisa buat tempoyak dan lain-lain,” ujarnya.

Menurut Gunawan, menjadi pedagang durian  sama dengan profesi lainnya. Sebelumnya dia tidak menyangka dapat menjual durian dan meraih keuntungan.

Usai menamatkan pendidikan di SMK Pembangunan Tanjungpinang, Gunawan melanjutkan pendidikan di UIB Batam. Jualan durian hanya sebagian dari rutinitas musiman, profesinya sebagai marketing furniture adalah pekerjaan utama.

“Jualan durian ini sampingan aja, saya jualan sofa jadi,” ujarnya.

Menjadi pedagang durian tak menjadikan latarbelakang buruk dalam riwayat pekerjaannya. Dia meyakini dengan niat dan usaha pasti akan ada jalan untuk mendapatkan rezeki.

“Setiap pekerjaan yang penting terus berusaha, tidak putus asa pasti ada jalan,” ujarnya.

Di awal 2020 ini durian Gunawan kembali berbuah. Panen durian akan berlangsung hingga Maret 2020.

Pewarta : Aji Anugraha

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top