'

Tambang Pasir Ilegal Bintan Menjadi-jadi

Aktivitas pertambangan pasir ilegal di Galang Batang dan Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Senin (13/1/2020). (Foto: pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM, Bintan – Aktivitas pertambangan pasir ilegal di Galang Batang dan Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau menjadi-jadi.

Melalui penelusuran pijarkepri.com, di lokasi pertambangan pasir di Galang Batang, Senin, (13/1/2020), aktivitas pertambangan pasir disejumlah lokasi, tepi jalan raya dan jauh dari keramaian

Sejumlah lokasi yang masih digarap penambang pasir itu rusak parah. Lokasi yang sudah ditinggalkan penambang pasir di tepi jalan raya juga rusak parah sejak beberapa tahun lalu.

Di lokasi pertambangan pasir, belasan pria separuh baya terlihat mengendalikan pipa isap pasir pada sejumlah kolam. Beberapa pria merapikan pasir basah di dalam truk.

Terlihat pula alat berat digerakkan untuk membuka hampir keseluruhan lokasi tambang pasir untuk dihisap pasirnya dengan menggunakan mesin.

Deretan truk berbaris di atas bukit-bukit pasir menunggu pasir sedot yang digerakkan dari mesin penyedot pasir. Sebagian pria mengatur alur pasir dari dalam kolam pencucian pasir.

Seorang pekerja pertambangan pasir Ilegal Galang Batang mengatakan satu truk pasir sedot berisi empat kubik. Satu truk pasir pribadi seharga Rp250.000. Untuk harga jual mereka Rp450.000.

Pekerja tambang pasir ini mengaku menjual pada seorang penampung pasir bernama Riki.

Riki disebut-sebut memiliki toko bangunan di Tanjungpinang bernama Mitra Bangunan.

“Lokasi ini sebelumnya dikelola warga, tetapi tidak kuat. Akhirnya, dikelola orang kuat (Riki),” kata salah seorang pekerja di lokasi pertambangan.

Baca Juga : Bintan Jadi Jalur Transit Impor Ekspor Ilegal Furnitur Cina-Amerika

Menanggapi permasalahan itu, Camat Gunung Kijang, Arif Sumarsono, mengatakan, pihaknya sudah dua kali melayangkan surat ke para penambang pasir. Namun aktivitas pertambangan tetap berjalan.

Arif mengatakan aktivitas pertambangan pasir sudah lama berlangsung, bahkan sebelum dirinya menjadi Lurah Kawal tahun 2016.

“Tidak ada ijin. Ijin merupakan wewenang Dinas ESDM Kepri,” tegasnya.

Berdasarkan hasil penelusuran Kecamatan Gunung Kijang, jumlah lokasi pertambangan pasir di Galang Batang mencapai 26 titik. Aktivitas pertambangan pasir terbesar di Teluk Bakau, Bintan.

“Galang Batang maupun Teluk Bakau bukan kawasan pertambangan,” ungkapnya.

Berdasarkan data, pemilik maupun penanggungjawab dalam aktivitas pertambangan pasir yakni Gonde, Maxi, Alex, Ferdi, Yohanes, Yoman, Yanti, Latif, Edison/Nas dan Riki Mitra.

Dari data tersebut, Riki Mitra memiliki lokasi pada tiga lokasi. Lokasi pertambangan terbesar di Teluk Bakau.

“Ya, di Teluk Bakau lahannya cukup luas,” ungkapnya.

Meski tak memiliki izin dari pemerintah, pertambangan pasir Bintan masih terus menjadi-jadi hingga saat ini.

Pewarta : Aji Anugraha

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top