Pernyataan YB Exco Pertanian Malaysia soal Babi Hutan Indonesia Masuk Ke Melaka Menuai Protes

Ketua Laskar Merah Putih Lingga, Abdul Gani Atan Leman. (Foto: istimewa/aci)

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Lingga mengecam pernyataaan YB Exco Pertanian, Melaka, Malaysia, Norhizam Hassan Baktee, di sidang Parlemen, negeri Melaka, pada 5 Setember 2019 lalu.

YB Exco Pertanian, Melaka, Malaysia, Norhizam Hassan Baktee, menyampaikan Babi hutan yang masuk ke Melaka, Malaysia dari Indonesia. Pernyataan itu ditentang Ketua LMP Kabupaten Lingga, Abdul Gani Atan Leman.

Abdul Gani Atan Leman dengan tegas mengecam apa yang disampaikan oleh Exco Pertanian Melaka yang mengatakan bahwa babi-babi datang dari Sumatera dan Kalimantan ke Melaka dengan berenang.

“Pernyataan yang disampaikan oleh Exco Pertanian Melaka tersebut hanya mengada-ada, tidak benar dan tidak mendasar, karena jika hewan liar tersebut masuk Ke Melaka dengan berenang, bisa saja dari negara-negara yang berhampiran,” kata Abdul Gani yang juga menjabat sebagai ketua Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kepri ini, kepada Pijarkepri.com, Kamis (28/11/2019).

Ketua DMDI ini melanjutkan, untuk menjaga hubungan baik antara dua negara jiran yaitu, Indonesia dan Malaysia, YB Norhizam Hassan dari Exco Pertanian Melaka tersebut, dalam mengeluarkan pernyataan hendaknya berhati-hati.

Karena dalam pernyataannya, Gani menjelaskan, bahwa babi hutan dari Kalimantan adalah penyebab utama peningkatan babi hutan di Melaka, yang seolah-olah menimbulkan kerusakan, keresahan serta mengancam keselamatan kepada rakyat Melaka.

“Pernyataan tersebut adalah tuduhan yang tidak berasas, bahwa babi hutan itu berasal dari Kalimantan atau Sumatera,” tutup Gani.

Pernyataan protes mengenai masuknya babi hutan dari Indonesia ke Melaka, disampaikan oleh YB Exco Pertanian, Melaka, Norhizam Hassan Baktee, di sidang Parlemen, negeri Melaka, pada 5 September lalu, dilansir sejumlah media Malaysia.

Norhizam menyampaikan, babi hutan dari Sumatera dan Kalimantan Indonesia telah menceroboh masuk ke Melaka, melalui cara berenang melalui selat Melaka, antara destinasi pilihan utama babi hutan ialah, pulau besar sebelum meneruskan perjalanan ke kawasan pantai di Melaka.

Norhizam mengatakan, berdasarkan pengakuan nelayan, babi itu berenang di Selat Malaka menuju Pulau Besar pada saat malam hari. “Sekarang Melaka telah dipenuhi oleh babi hutan dari Indonesia,” ucap Norhizam seperti dikutip thestar.com.my.

Kebakaran hutan di Sumatera juga adalah antara penyebab populasi babi hutan didapati semakin meningkat di negeri Melaka, menurutnya lagi pencerobohan babi hutan dari Sumatera ini amat mengecewakan apabila populasi haiwan liar ini semakin meningkat di negeri Melaka. (ACI)

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top