Wakil Bupati Lingga Pantau Pembangunan Desa Berindat

Ket foto: Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar saat melakukan pemantauan dan pengecekan lansung ke pembangunan di Desa Berindat.

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Wakil Bupati Lingga melakukan pemantauan lansung dan pengecekan sejumlah permasalahan yang terjadi di Desa Berindat, menyikapi unjuk rasa yang dilakukan warga Desa Berindat, Kecamatan Singkep Pesisir di depan Kantor Desa beberapa waktu lalu, yang meminta agar Kepala Desa Berindat diberhentikan dari jabatannya.

Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar mengatakan, permasalahan yang terjadi di Desa Berindat, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, tentunya menjadi perhatian serius Pemkab Lingga, hal ini dengan adanya keluhan masyarakat, terkait kinerja Kepala Desa Berindat yang belum menuntaskan sejumlah pembangunan di desa Berindat.

Tuntutan yang layangkan masyarakat Desa Berindat tersebut yakni, Gedung Paud yang dibangun menggunakan sisa lebih Anggaran Dana Desa (Silpa DD) tahun 2018, dan ditambah Dana Desa (DD) 2019, dengan pagu Rp200 juta lebih, ditargetkan selesai dalam 45 hari kerja, namun belum selesai hingga saat ini, selain itu, Pagar Lapangan Volly, yang dibangun menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) tahap I tahun 2019.

“Masyarakat Desa Berindat, meminta agar Kades dapat menyelesaikan semua pekerjaan yang belum selesai, waktu yang diberikan sampai tanggal 30 September 2019,” kata M Nizar, di Desa Beridat, Kamis (12/9/2019).

Dilanjut, kita sudah minta kepada Kades untuk menuntaskan pembangunan seperti, Gedung Paud dan Pagar Lapangan Volly selesai pada akhir September 2019 ini, namun demikian, proses audit tetap berjalan, walaupun dalam proses audit nantinya ada temuan penyalahan wewenang maka Bupati Lingga akan mengambil sikap tegas.

“Jika hasil auditnya terbukti, maka Bupati yang akan mengambil tindakan tegas terhadap Kepala Desa Berindat,” terangnya.

Sementara itu, Kades Berindat, Idris mengaku, permasalahan keterlambatan dalam proses pembangunan Gedung Paud tersebut dikarenakan kayu yang habis sehingga pengerjaan terhenti, saat ini bahan-bahan sudah siap dan tukang pun sudah mulai bekerja.

“Mudah-mudahan sampai tanggal 30 September 2019 ini, semua pekerjaan sudah selesai,” tutupnya. (ACI)

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top