DPMD Lingga Gelar Rakernis Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa

Sambutan Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar. (Foto : aci)

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lingga, menggelar rapat kerja teknis pengelolaan Keuangan dan Aset Desa tahun anggaran 2019, di Gedung Nasional, Dabo Singkep, Kamis (12/9/2019).

Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar, saat membuka secara resmi kegiatan dalam sambutannya menyampaikan, terkait penyaluran dana desa pihaknya meminta harus segera di selesaikan, dan dilaporkan oleh Desa-desa yang ada di Kabupaten Lingga.

Nizar menyampaikan, karena jika tidak dilaporkan secara utuh seperti pencairan untuk tahap satu dan dua, kalau tidak terpenuhi nantinya akan mengganggu, di 2018 lalu ada dua desa di tahap ke tiga tidak bisa tersalurkan, sehingga akan mempengaruhi jumlah transfer dari pusat ke dana desa Kabupaten Lingga.

“Pada tahun 2019 ini, kita dapat pengurangan sekitar Rp1,5 Milyar, hal ini seharusnya tidak boleh terjadi, karena kita membutuhkan uang, saat ini kita lagi merangkak untuk membangun desa, jadi berharap sekali dengan kegiatan ini desa melalui operator desa yang hadir dapat mencermati serta memahami apa kekurangan-kekurangan yang berkaitan dengan aset dan keuangan, jadi tidak ada yang tidak tersalurkan yang dapat mengurangi hak-hak yang seharusnya mendapatkan,” kata Nizar di Gedung Nasional, Dabo Singkep, Kamis (12/9/2019).

Kepala DPMD Kabupaten Lingga, Dodi Suhendra mengatakan, penggunaan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskudes) mempermudah pengelolaan di perangkat desa yang selama ini dilakukan secara manual, dalam pengelolaan dana desa yang menggunakan banyak tahapan seperti dari perencanaan, pelaksanaan, penata usahaan, pertanggungjawaban serta laporan, maka diperlukan bantuan aplikasi ini.

“Dalam mengelola setiap tahapan, diperlukan alat bantu untuk mempermudah, aplikasi ini sangat membantu proses pengelolaan dari setiap tahapan, namun untuk penanggungjawab tetap kepala desa,” terang Dodi kepada media saat diwawancarai disela-sela kegiatan.

Dodi menjelaskan, selama ini pengelolaan aset desa masih kurang optimal, dikarenakan masih menggunakan sistem manual serta belum adanya petunjuk teknis, yang bisa mengarahkan pada pengelolaan yang lebih baik, sehingga aset desa selama ini belum terkelola dengan baik masih bersifat manual, desa juga belum mendapatkan pemahaman utuh terhadap bagaimana mengelola aset desa tersebut, secara baik karena hanya pentunjuk umum yang mereka laksanakan.

“Dengan adanya aplikasi ini, mempermudah dalam pengelolaan aset daerah, karena aplikasi tersebut ada menu-menu yang sudah berkiblat pada aturan dan tahapan, mudah-mudahan dapat membantu proses pengelolaan kedepan,” tutupnya.

Dalam rapat kerja teknis yang dilaksanakan di Gedung Nasional Dabo Singkep tersebut, membahas tentang penerapan aplikasi Siskudes versi 2.0.2, dan mensosialisasikan penggunaan aplikasi Sistem Pengelolaan Aset Desa (Sipades), hal ini bertujuan mempermudah pengelolaan di perangkat desa maupun pengelolaan aset desa. (ACI)

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top