Puskesmas Dabo Lama Temukan Banyak Masalah Kesehatan di Sungai Lumpur

Kepala puskesmas Dabo Lama, dr Yan Cahyadi Anas, saat kegiatan di Kelurahan Sungai Lumpur. (Foto: aci)
Kepala puskesmas Dabo Lama, dr Yan Cahyadi Anas, saat kegiatan di Kelurahan Sungai Lumpur. (Foto: aci)

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Petugas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Dabo Lama, Lingga menemukan banyak masalah kesehatan dari Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) dalam Pemberdayaan Keluarga di Kelurahan Sungai Lumpur.

Kepala Puskesmas Dabo Lama, dr Yan Cahyadi Anas, di Lingga, Senin (29/7) mengatakan, berdasarkan data yang puskesmas itu terima, dari 1118 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Sungai Lumpur berjumlah 1118 KK, terdata 911 KK mengalami masalah kesehatan.

“Dari pendataan yang kita lakukan jumlahnya hanya 911 KK, selebihnya tidak tahu kemana dan dimana mereka tinggal,” ungkapnya.

Dari 911 KK tersebut, dr Yan menjelaskan, sebanyak 348 KK perokok, 211 KK tidak KB, 161 KK tidak memiliki BPJS Kesehatan, 46 KK tidak minum obat, 39 KK bayi tidak ikut pos yandu, 26 KK tidak mempunyai akses Jamban air bersih.

Puskesmas Dabo Lama juga menemukan 24 KK tidak memiliki akses air bersih, 11 KK bayi tidak diberi ASI selama 6 bulan, 7 KK balita tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap, 6 KK anggota keluarga yang menderita gangguan jiwa, dan 4 KK penderita TB paru-paru tidak berobat sesuai standar.

“Kami berharap kepada bapak dan ibu yang hadir untuk dapat membantu bersama-sama, program Indonesia sehat ini,” ungkapnya.

Advokasi tingkat desa/kelurahan dalam penggalangan dukungan kegiatan Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) dalam Pemberdayaan Keluarga di Kelurahan Sungai Lumpur, Senin 29 Juli 2019 merupakan program Indonesia sehat.

Program tersebut diketahui merupakan program unggulan Presiden Joko Widodo, yang masuk nawacita Presiden dalam 9 visi misi Presiden RI, yang masuk pada visi misi ke lima yakni, Indonesia Sehat.

Program Indonesia sehat, lanjut dr Yan, sudah di mulai dari Presiden RI yang ke 2, meski sempat terhenti beberapa tahun pada Presiden berikutnya, namun kembali dilanjutlan oleh Presiden ke 6 dan berlanjut hingga ke Presiden RI ke 7.

“Dan menjadi program unggulan Presiden RI Joko Widodo,” kata dr Yan Cahyadi Anas, saat sosialisasi kegiatan Komunikasi Perubahan Perilaku di Kelurahan Sungai Lumpur.

(ACI)

Pos terkait