Sekejap Memahami Melayu Raya

Logo Melayu Raya (f-melayuraya)

Logo Melayu Raya (f-melayuraya)

MELAYU adalah bangsa yang besar, mendasari negeri seantero bumi Indonesia, terdiri dari suku, ras dan agama yang beranekaragam, menjadi satu kesatuan dalam bingkai Bhenika Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Memaknai kata ‘Raya’ yang sejadi-sajadinya adalah besar, agung, ramai, penuh, menggambarkan kalau saja jika digabungkan dengan kata Melayu dan Raya, merupakan kesatuan dan persatuan yang besar, berhimpun bersama untuk suatu tujuan dengan berbagai perbedaan.

Sekejap memahami Melayu Raya diawali dari sebuah pristiwa, gerakan positif masyarakat yang tengah berhimpun didalamnya, tak ada batasan, siapapun yang mengenal Melayu Raya dia pasti mengetahui kalau, perkumpulan ini tengah bergerak dibidang sosial kemasyarakatan.

Melayu Raya, ya begitulah sebutannya bagi masyarakat dari berbagai suku, ras dan agama yang ada di Kota Tanjungpinang, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Lingga, Karimun, Natuna dan Kepulauan Anambas menyebutnya. Sebuah himpunan yang akhir-akhir ini kerap disebut diniisiasi dari anak asli daerah Kepulauan Riau.

Dibalik sejumlah anak daerah, terselip sebuah nama yang tak asing dalam catatan pijarkepri.com, dia yakni, Brigjend Pol Yan Fitri Halimansyah, merupakan salah satu pembina Melayu Raya. Tentu menjadi pertanyaan, mengapa Jendral bintang satu itu berupaya keras membangun jaringan dari 7 kabupatan dan kota di Kepri, untuk sebuah nama ‘Melayu Raya’.

Disela-sela waktu tugasnya, Bang Yan, sebutan akrabnya mengutarakan, kalau saja kerinduan saling berbicara, saling menyapa dalam rangka bersilaturahmi, mengenal antara satu dengan yang lainnya di dalam keberagaman suku, ras dan agama di Kepulauan Riau, menjadi jawaban atas pertanyaan, Apa sebenarnya tujuan dari sebuah nama “Melayu Raya” dibentuk?.

“Saya rindu rasa kebersamaan yang dulu terjalin dengan baik, rindu akan kebaikan-kebaikan yang dapat ditularkan antara satu dan lainnya, keharmonisan, saling membantu mereka yang kesusahan, inilah tujuan Melayu Raya, tempat semua berkumpul,” kata Yan Fitri, saat ditemui pijarkepri.com, di Tanjungpinang, Sabtu (24/11) malam.

Sebagai pembuka, mengawali definisi dari Melayu Raya, Waka Polda Kepri itu berujar, kalau saja Melayu Raya mengibaratkan sebuah kendaraan besar mengantarkan seluruh elemen masyarakat untuk saling membantu antara sesama saudara.

“Kita semua bersaudara, itu tagline Melayu Raya,” kata Jenderal itu, sembari menyeruput secangkir kopi.

Nama Melayu Raya sudah terdengar sejak beberapa tahun terkhir, belakangan ini, di sejumlah lini masa, Melayu Raya terlihat tampil dalam berbagai kegiatan sosial, semisal bantuan sandang maupun pangan didaerah pesisir Kepri hingga perkotaan sekalipun.

Disejumlah media sosial pula, gerakan Melayu Raya terbilang begitu cepat, aktif dan tepat sasaran. Mereka tak lain menggerakkan sendi-sendi kehidupan, membantu mereka yang sangat membutuhkan bantuan. Kata sang Jendral, “Jika kita bersaudara, tak akan mungkin kita tidak membantu saudara kita yang sedang kesusahan dan sangat membutuhkan,” ujarnya.

Sang Jendral juga menggambarkan, peluang besar yang dapat diraih saat ini melalui Melayu Raya, tak lain berusaha membangun Sumber Daya Manusia (SDM) baik memanfaatkan skil dan potensi yang ada dari semua masyarakat Kepulauan Riau dengan mengedapankan kearifan lokal.

“Bukankah kita dapat membantu dengan membuka peluang bagi mereka yang mau bekerja. Kita bantu carikan pekerjaan, mereka yang sedang kesusahan, kita bantu mereka yang kesusahan, inilah namanya saudara,” ungkapnya.

Saat ini Melayu Raya pun telah menjadi sebuah himpunan, yang tersebar di seluruh kabupaten kota di Kepri. Semua kelompok perhimpunan suku, agama, komunitas-komunitas, organisasi kepemudaan dan organisasi masyarakat terdengar sudah bergabung ke Melayu Raya. Dikabarkan ribuan masyarakat Kepri sudah bergabung di himpunan itu.

“Tidak ada batasan, kita rangkul semuanya, siapa saja silahkan bergabung, kita bina untuk Kepri. Kita bantu yang kesusahan, karena kita semua bersaudara,” kata Brigjend Pol Yan Fitri Halimansyah.

Untuk bergerak terarah, Melayu Raya pun tak ayal seperti organisasi kemasyarakatan lainnya, yang memiliki struktur kepengurusan diberbagai bidang kehidupan, semisal mereka yang mengemban amanah untuk memfokuskan kegiatan dibidang sosial, pendidikan, kesehatan, kemasyarakatan dan sebagainya.

Di Tanjungpinang, Melayu Raya bersekretariat di Jalan Sei Carang Blok B, Nomor 15, Komplek Bintan Centre, tepatnya di atas Kedai Kopi Meneer, Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Pewarta : Aji Anugraha
Editor : Ali Atan Sulaiman

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top