Hari Pertama FPP Dibuka Tiga Event Rotfes

Peserta perlombaan Malay Fashion Carnaval Road to Fesyar Festival  Pulau Penyengat Syawal Serantau, di Pulau Penyengat Indra Sakti, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, di Pulau Penyengat, Sabtu. (Foto: Aji Anugraha/pijarkepri.com)

Peserta perlombaan Malay Fashion Carnaval Road to Fesyar Festival Pulau Penyengat Syawal Serantau, di Pulau Penyengat Indra Sakti, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, di Pulau Penyengat, Sabtu. (Foto: Aji Anugraha/pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Hari pertama perhelatan Road to Fesyar (Rotfes) Festival Pulau Penyengat (FPP) Syawal Serantau, di Pulau Penyengat Indra Sakti, dibuka dengan perlombaan Malay Fashion Carnaval, Parade Melayu dan Muslim Fashion dan Bazar Melayu fashion. Event ini dimulai dari 22 hingga 24 Juli 2017.

Direktur Eksekutif Batam Pos Entrepreneur School, Lisa Anggraini, di Tanjungpinang, Kepri, Sabtu (22/7) mengatakan, kegiatan Rotfes FPP tersebut diselanggarakan oleh Bank Indonesia (BI), Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang dan sebagai panitia penyelenggara Batam Pos Entrepreneur School.

Penyelenggaraan kegiatan terbagi atas tiga agenda, untuk hari pertama pada Sabtu (22/7) dan Minggu (23/7) merupakaan kegiatan yang diselenggarakan oleh BI dan Dispar Provinsi Kepri. Sedangkan pada Senin (24/7) kegiatan lanjutan yang dilaksanan Disbudpar Kota Tanjungpinang.

“Hari ini Malay Fashion Carnaval, Parade Melayu dan Muslim Fashion dan Bazar Melayu fashion, dan malam nanti Halal Competition merupakan kegiatan yang diselenggarakan BI di Pulau Penyengat. BI melaksanakan kegiatan Rotfest ini di seluruh Indonesia,” katanya.

Di hari pertama Rotfes FPP Syawal Serantau, lanjutnya, sebanyak 18 kostum Malay Fashion Carnaval dari tiga asosiasi Batam, Lingga dan Tanjungpinang ikut ditampilkan. Untuk kategori perlombaan tersebut, panitia menyediakan hadiah berupa jalan-jalan keluar negeri.

“Kita tidak memberikan hadiah dalam bentuk uang pada beberapa kompetisi ini, karena kami berharap untuk dapat mengubah pemikiran peserta agar beroroentasi dengan memberikan kesempatan kepada mereka menjaring wawasan, busnis macing dengan para pelaku usaha diluar negeri. Negaranya, nanti ditentukan,” ujarnya.

Ia mengatakan, pada hari pertama Rotfes FPP Syawal Serantau, sebanyak 100 Wisman asal Singapura, Malaysia dan Thailand datang ke Pulau Penyengat untuk menyaksikan rangkaian kegiatan. Panitian turut mengundang tiga Jurnalis dari Malaysia untuk melakukan peliputan.

“Karena kegiatan ini juga berkaitan dengan kebudayaan dan hubungan kerjasama antara KBRI di Malayasia, jadi ada tiga jurnalis dari TV3 dan Radio RTM Malaysia yang diundang untuk meliput rangkaian kegiatan,” ujarnya.

Beragam Event Festival Pulau Penyengat ditargetkan dapat menjaring 300 Wisman dan 12.000 wisatawan nusantara. Berbagai perlombaan dan acara menarik akan digelar selama festival berlangsung.

Diantaranya lomba dayung sampan, lomba pukul bantal di laut, lomba nambat itik di laut, lomba becak motor hias, pangkak gasing, syahril gurindam 12, membaca gurindam 12, pentas seni (pertunjukan wayang cicak), kegiatan klinik sastra,berzanji dan banyak lainnya.

Selain itu, penyelenggara mengadakan perlombaan Fashion Malay Penyengat Syawal Serantau, Hunting photography Penyengat Halal Competition, Short Film Netizen Penyengat Halal Competition, Tour Pattern Penyengat Halal Competition, Khazanah Kompang Melayu.
“Agenda ini sekaligus menjadi sarana pertunjukan dan hiburan bagi wisatawan dan masyarakat Tanjungpinang,” ujarnya.

Lokasi acara Rotfest FPP Syawal Serantau berlangsung di Balai Adat Indra Perkasa, Balai Desa dekat Pelabuhan Penyengat dan Kawasan Kampung Bulang, Balai Adat tempat klinik sastra dan beberapa tempat perlombaan lainnya yang masih berada di Pulau Penyengat.

Penulis : Aji Anugraha

Editor : Al-Ashari

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top