Anambas, PIJARKEPRI.COM – Pelajar di Kabupaten Kepulauan Anambas dibekali pengetahuan keselamatan laut dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem melalui edukasi yang digelar SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Medco E&P Natuna Ltd. (Medco E&P), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Anambas di SMP Negeri 1 Siantan, 7 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut diikuti 30 siswa dan empat guru pendamping. Para peserta mendapat pembekalan mengenai cara memantau informasi cuaca, mengenali perubahan kondisi perairan, serta mempersiapkan diri sebelum melakukan aktivitas di laut.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keselamatan pelayaran, Medco E&P juga menyerahkan 35 rompi pelampung kepada siswa dan guru.
Perlengkapan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pentingnya penggunaan alat keselamatan saat bepergian melalui jalur laut.
Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas, Rovaniyadi SP, mengapresiasi kolaborasi pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan industri dalam menanamkan kesadaran keselamatan sejak usia sekolah.
“Edukasi sejak usia sekolah membentuk kebiasaan mengenali risiko dan menerapkan langkah keselamatan dalam keseharian. Kami berharap pengetahuan ini juga dibagikan para siswa kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Menurut dia, pemahaman mengenai potensi bahaya dan langkah mitigasi perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda mampu mengenali risiko serta mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat.
Kepala SMP Negeri 1 Siantan, Safarudin Satar, menilai edukasi tersebut relevan dengan kondisi geografis Kepulauan Anambas yang menjadikan laut sebagai jalur utama mobilitas masyarakat antarpulau.
“Pengetahuan seperti ini langsung menyentuh keseharian siswa. Kami berharap ini bukan sekadar materi, tapi jadi kebiasaan yang mereka bawa sampai dewasa,” katanya.
Sementara itu, Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, mengatakan pemahaman keselamatan perlu dibangun sejak dini agar generasi muda lebih siap menghadapi perubahan kondisi lingkungan, khususnya saat beraktivitas di laut.
“Kami ingin siswa terbiasa memantau cuaca, menyiapkan diri sebelum ke laut, dan tahu harus berbuat apa saat cuaca berubah. Kebiasaan sederhana seperti ini yang menyelamatkan nyawa,” ungkap Leony kepada media ini, Kamis (5/11/2026).
Ia menegaskan, pembiasaan perilaku aman, mulai dari memantau prakiraan cuaca hingga menyiapkan perlengkapan keselamatan, merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan di laut.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan institusi pendidikan, Medco E&P terus mendukung peningkatan kesadaran keselamatan di sekitar wilayah operasinya.
Edukasi tersebut diharapkan memperkuat kesiapsiagaan pelajar di Kepulauan Anambas sekaligus menumbuhkan budaya mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas, terutama ketika berhadapan dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Pewarta: Fendi









