Ribuan Warga Geruduk Kantor PLN Tarempa, Protes Listrik Kerap Padam

Ribuan warga memadati jalan di depan Kantor PLN Tarempa, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Minggu (18/10/2026).
Ribuan warga memadati jalan di depan Kantor PLN Tarempa, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Minggu (18/10/2026).
Anambas, PIJARKEPRI.COM – Ribuan warga memadati jalan di depan Kantor PLN Tarempa, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Minggu (18/10/2026).
Mereka meluapkan kekecewaan atas pemadaman listrik yang berulang dan menuntut PLN segera memberikan solusi konkret.

Massa yang terdiri atas berbagai elemen masyarakat, pemuda, hingga ibu rumah tangga turun ke jalan.

Mereka menilai pelayanan kelistrikan di Tarempa semakin meresahkan karena pemadaman kerap terjadi secara mendadak, terutama pada malam hari.

Bacaan Lainnya

Pantauan di lokasi, massa memenuhi badan jalan di depan kantor PLN hingga arus lalu lintas sempat tersendat. Aparat kepolisian berjaga untuk mengamankan aksi agar berlangsung kondusif.

Bagi warga, listrik yang kerap padam bukan sekadar gangguan kenyamanan. Kondisi tersebut turut menghambat aktivitas rumah tangga, mengganggu anak-anak belajar, hingga memukul usaha kecil yang bergantung pada pasokan listrik.

Warga juga mengeluhkan risiko kerusakan peralatan elektronik akibat gangguan kelistrikan.

“Kami sudah sangat risau, PLN ini mati-mati terus. Hampir setiap malam padam. Anak mau belajar susah, usaha kami terganggu, alat elektronik rusak. Kami datang ke sini minta kejelasan, jangan diam saja. Kami butuh listrik yang hidup normal, bukan mati hidup,” teriak Ardiansyah, salah seorang pendemo.

Aksi tersebut menjadi bentuk kekecewaan warga terhadap layanan listrik yang dinilai belum memberikan kepastian.

Masyarakat tidak hanya membutuhkan pasokan listrik yang menyala, tetapi juga keandalan layanan agar aktivitas sehari-hari dan perekonomian tidak terus terganggu.

Warga Menuntut Kejelasan, PLN Belum Beri Penjelasan

Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN Tarempa belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan massa maupun penyebab pemadaman yang dikeluhkan warga.

Belum adanya penjelasan tersebut membuat masyarakat menanti kepastian mengenai akar persoalan, langkah perbaikan, serta upaya mencegah pemadaman berulang.

Warga berharap PLN tidak berhenti pada penanganan gangguan sesaat. Mereka mendesak adanya langkah nyata untuk memperbaiki keandalan pasokan listrik sekaligus keterbukaan informasi kepada pelanggan setiap kali terjadi gangguan.

Bagi masyarakat di wilayah kepulauan seperti Anambas, listrik merupakan kebutuhan mendasar yang menopang pendidikan, pelayanan publik, dan kegiatan ekonomi.

Karena itu, tuntutan warga bukan sekadar agar listrik kembali menyala, melainkan agar pelayanan yang andal menjadi kepastian, bukan harapan yang terus berulang.

(Fendi)

Pos terkait