Didemo Ribuan Warga, Manajer PLN Anambas Janji Mundur Jika Mesin Baru Tak Datang Pekan Depan

Ribuan warga yang menggelar demonstrasi di depan Kantor PLN Tarempa, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Minggu (18/10/2026) malam
Ribuan warga yang menggelar demonstrasi di depan Kantor PLN Tarempa, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Minggu (18/10/2026) malam

Anambas, PIJARKEPRI.COM – Manajer ULP PLN Anambas, M. Fahri Refi, menyatakan bersedia mengundurkan diri dari jabatannya jika mesin pembangkit baru untuk mengatasi defisit daya listrik di Tarempa tidak tiba pekan depan.

Pernyataan tegas itu disampaikan Fahri di hadapan ribuan warga yang menggelar demonstrasi di depan Kantor PLN Tarempa, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Minggu (18/10/2026) malam. Aksi tersebut dipicu pemadaman listrik yang berulang kali dikeluhkan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Di hadapan massa, Fahri menjelaskan bahwa gangguan pada salah satu mesin pembangkit menjadi penyebab utama defisit daya yang berdampak pada pasokan listrik di Tarempa.

Sebagai solusi, PLN mengupayakan penambahan mesin pembangkit yang sebelumnya ditargetkan tiba pada November 2026. Namun, saat menemui massa aksi, Fahri menyampaikan tenggat yang lebih dekat dengan menjanjikan mesin tersebut datang pekan depan.

“Jika mesin tersebut tidak datang pada minggu depan, maka saya selaku Manajer ULP PLN Tarempa bersedia mengundurkan diri,” tegas Fahri.

Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan dan sorakan warga yang memadati lokasi demonstrasi.

Komitmen itu menempatkan kedatangan mesin pembangkit sebagai tenggat yang ditunggu masyarakat sekaligus tolok ukur keseriusan PLN dalam menangani krisis listrik di Tarempa. Meski demikian, pernyataan Fahri merupakan kesediaan untuk mundur apabila mesin tidak tiba sesuai tenggat, bukan pengunduran diri yang telah dilakukan.

Selain menuntut kepastian penambahan mesin, warga meminta PLN menjalankan pemadaman sesuai jadwal. PLN menyatakan akan berupaya memenuhi jadwal tersebut selama tidak terjadi gangguan mesin.

PLN juga berjanji mengupayakan penyampaian informasi pemadaman melalui media sosial dan masjid-masjid terdekat agar masyarakat memperoleh pemberitahuan lebih mudah.

Poin-poin tuntutan dan jawaban itu dituangkan dalam kesepakatan tertulis yang ditandatangani Manajer ULP PLN Anambas, disaksikan aparat dan perwakilan masyarakat.

Setelah mendengar penjelasan tersebut, massa membubarkan diri dengan tertib. Kini, masyarakat menanti realisasi kedatangan mesin pembangkit pekan depan dan pembuktian komitmen Fahri untuk mundur apabila tenggat tersebut tidak terpenuhi.

Kepastian tanggal kedatangan mesin serta realisasi penambahan daya menjadi hal yang dinantikan warga agar pemadaman listrik berulang di Tarempa segera teratasi.

Pewarta : Fendi

Pos terkait