Opini  

Sampah Menumpuk di Laut, Haruskah Dilestarikan?

Ilustrasi. Sampah Mencemari Ekosistem Laut.

NEGARA Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan (Archipelagic State) terbesar di dunia, yang terdiri atas pulau besar serta, pulau kecil dengan jumlah sekitar 17.504 pulau.

Luas wilayah Indonesia adalah 7,7 juta Km2, dengan dua pertiga dari luas wilayahnya merupakan Laut.

Menurut Godam, Laut adalah sekumpulan air yang menutupi permukaan tanah yang sangat luas serta, biasanya air mengalir yang ada di Darat akan bermuara ke Laut.

Adapun, kedudukan Laut sebagai salah satu ekosistem Perairan, yang memiliki kemampuan untuk mempertahankan kelestarian ekosistem serta, berguna sebagai penampungan akhir, dari segala jenis limbah air yang dihasilkan oleh aktivitas manusia.

Seperti yang diungkapkan oleh Darmono, Laut menerima bahan-bahan yang terbawa oleh air dari daerah pertanian, limbah rumah tangga, sampah, bahan buangan dari kapal, tumpahan minyak, dan bahan buangan lainya.

Pada dasarnya, sampah merupakan bahan yang tidak berguna baik bentuk serta, fungsinya.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Nasional Australia menemukan, bahwa terdapat sekitar 14 juta ton sampah plastik berukuran kecil di dasar Laut.

Organisasi Penelitian Ilmiah dan Industri Persemakmuran (CSIRO) menemukan fakta, bahwa tingkat pencemaran di dasar Laut dua kali lipat dari tingkat pencemaran di Daratan.

Adapun, permasalahan polusi sampah di Laut Indonesia dewasa ini adalah permasalahan yang selalu ada, polusi sampah biasanya berasal dari sampah yang dibuang ke Sungai kemudian, mengalir hingga sampai ke Laut.

Dengan banyaknya sampah di Perairan Laut Indonesia, memiliki dampak buruk terhadap ekosistem yang ada di Perairan Laut.

Oleh karenanya, dampak negatif pencermaran sampah lingkungan di Perairan Laut, antara lain ;

1. Adanya sampah dapat mengganggu proses pertumbuhan Terumbu Karang karena, sampah-sampah yang masuk akan sampai ke dasar Perairan Laut. Sehingga, akan menahan air untuk sulit teresap ke dalam tanah, dan sirkulasi udara dalam tanah akan dapat terhambat;

2. Sampah juga berpengaruh terhadap perkembangan Biota Laut karena, banyaknya sampah membuat biota-biota banyak yang terikat serta, terperangkap dengan sampah plastik khususnya;

3. Banyak jumlah sampah di kawasan Mangrove, dapat menutupi bagian akar Mangrove sehingga, akan mempengaruhi pernafasan Mangrove serta, dapat menyebabkan kematian mangrove;

4. Sampah merupakan salah satu faktor penghambat dalam ekosistem lamun karena, dengan adanya sampah menyebabkan proses cahaya masuk ke Perairan semakin sulit sehingga, proses fotosistesis akan terhambat oleh sampah;

5. Sampah juga berdampak pada kesehatan Manusia ketika, mengonsumsi ikan atau biota Laut yang sudah tercemar di Perairan maka, tidak menutup kemungkinan juga akan terkena dampak buruk setelah mengkonsumsinya;

6. Ketika banyak sampah yang menumpuk pada perairan akan mengakibatkan, berkurangnya minat wisatawan untuk datang ke Pantai hal tersebut, akan mengurangi pendapatan daerah di dekat Pantai.

Wilayah Perairan Laut Indonesia mengandung potensi sumber daya Kelautan yang melimpah serta, mempunyai nilai sangat strategis bagi kehidupan Nasional.

Melihat kondisi pencemaran sampah di Perairan Laut Indonesia dewasa ini, Masyarakat dapat membantu mengurangi plastik yang berakhir di Laut. Dengan cara, menghindari penggunaan plastik sekali pakai, mendukung industri daur ulang limbah, dan membuang sampah dengan bijak agar sampah tidak berakhir di Laut.*

Penulis merupakan mahasiswa
Vera Agustina Handayani Hutapea
Program Studi Ilmu Kelautan
Fakultas Ilmu Kelautan Dan Perikanan
Universitas Maritim Raja Ali Haji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *