Opini  

Mengenal Lebih Dalam Dengan Wisata Mangrove Di Pulau Bintan

Putri Mustika Sari, Mahasiswi Universitas Maritim Raja Ali Haji, Prodi Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan.

MANGROVE merupakan ekosistem yang hidup di wilayah yang kuat antara perairan laut, payau, sungai, dan terestrial. Selain itu ekosistem mangrove mempunyai keanekaragam yang tinggi berupa flora dan fauna laut, tawar, dan spesies daratan (Macintosh & Ashton 2002).

Istilah mangrove sering juga disebut bakau yang merupakan jenis dari marga Rhizophora sebagai individu. Ekosistem mangrove berinteraksi dengan faktor abiotik (iklim, udara, tanah, dan air) membentuk ekosistem mangrove (Sengupta, 2010).

Tumbuhan mangrove memiliki kemampuan khusus untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang ekstrim seperti kondisi tanah yang tergenang dengan air, kadar garam tinggi dan kondisi tanah yang tidak stabil.

Hutan mangrove memiliki banyak manfaat di dalam pemenuhan kebutuhan manusia sebagai penyedia bahan pangan, papan, dan kesehatan serta lingkungan.

Adapun fungsi biologi kawasan mangrove yaitu sebagai penghasil bahan pelapukan sumber makanan detritus, kawasan pemijah atau asuhan (nursery ground) bagi biota, kawasan untuk berlindung, bersarang, serta berkembang biak bagi burung dan satwa lain.

Selain itu mangrove bermanfaat sebagai wahana wisata yaitu sebagai kawasan wisata alam pantai dengan keindahan vegetasi dan satwa, serta berperahu di sekitar mangrove dan sebagai tempat pendidikan, konservasi, dan penelitian.

Kawasan mangrove merupakan sumber devisa (pendapatan), baik bagi masyarakat, industri, maupun bagi negara.

Kepulauan Riau, tepatnya di Pulau Bintan memiliki banyak spot wisata yang memukau salah satunya yaitu spot wisata di Desa Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong yang merupakan salah satu desa wisata yang juga terkenal berkat mangrove dan perkampungan nelayannya.

Di Desa ini terdapat pantai yang indah dan tersedia berbagai fasilitas pendukung seperti tempat ibadah (masjid, klenteng, vihara, gereja), tempat penginapan, tempat makan yang berbagai menu khas, tempat pemandian umum, tempat olahraga air seperti snorkeling dan menikmati keindahan bawah laut dengan terumbu karang yang asri.

Selain fasilitas yang disebutkan di atas ada juga tersedia Anaya Mangrove Tree House dengan pemandangan hutan mangrove yang masih sangat terjaga kealamiannya dan kelestariannya.

Mangrove di Desa Teluk Sebong ini merupakan kawasan mangrove terbaik di Indonesia dan Asia Tenggara. Mangrove dikawasan ini rata rata dari jenis Bruguiera dari suku Rhizophoraceae, Bruguiera merupakan jenis mangrove yang memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi.

Kawasan Anaya Mangrove didirikan dengan tidak merusak pohon pohon mangrove di daerah tersebut dan masyarakat di desa teluk sebong sudah melakukan penanaman mangrove sejak 1 tahun yang lalu. Namun tempat wisata Anaya Mangrove Tree House di Desa teluk sebong ini belum memiliki izin lokasi dan izin usaha dari instasi setempat.*

Penulis : Putri Mustika Sari, Mahasiswi Universitas Maritim Raja Ali Haji, Prodi Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *