Bintan  

Kapal Pukat yang ditangkap Nelayan Tambelan Melarikan Diri

Petugas Polsek Tambelan bersama nelayan Desa Mentebung, Tambelan, Bintan saa menghentikan aktivitas kapal pukat asal Karimun di jarak 3 mil lepas pantai Desa Mentebung, Jumat (25/7/2020). (Foto: ist/pijarkepri.com)
Petugas Polsek Tambelan bersama nelayan Desa Mentebung, Tambelan, Bintan saa menghentikan aktivitas kapal pukat asal Karimun di jarak 3 mil lepas pantai Desa Mentebung, Jumat (25/7/2020). (Foto: ist/pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM – Belum lama ini, nelayan Desa Mentebung, Kecamatan Tambelan, Bintan menangkap aktivitas kapal pukat dilepas pantai 3 mil daerah itu, Jumat (25/7/2020).

Kapolsek Kecamatan Tambelan, IPDA Missyamsu Alson, Selasa, membenarkan peristiwa itu. Laporan nelayan Desa Mentebung, sebanyak 7 kapal pukat sotong beroperasi di rompong nelayan setempat.

Rompong merupakan penyebutan rumah habitat laut Tambelan, tempat ikan berada dan biasa nelayan pancing Tambelan mencari ikan.

“Informasi yang kami terima seperti itu dari petugas yang turun ke kapal pukat bersama masyarakat dan Satpol PP. Ada sekitar 7 kapal, satu yang diamankan surat-suratnya,” kata IPDA Alson.

Baca Juga : Nelayan Tambelan Kembali Tangkap Kapal Pukat

Kepala Desa Mentebung, Kec. Tambelan, Iswandi menjelaskan peristiwa penangkapan kapal pukat di dekat peraian Desa Mentebung berdasarkan laporan nelayan mengenai laporan adanya aktivitas kapal pukat.

Dia bersama beberapa nelayan, petugas kepolisian Tambelan, Satpol PP menghentikan kapal pukat itu, Jumat (25/7/2020) malam.

Petugas meminta surat menyurat pengoperasian kapal pukat itu. Mereka meminta kapal pukat tersebut mengikuti kapal nelayan ke Kapolsek Tamabelan. Dalam perjalanan ke Polsek Tambelan Kapal tersebut melarikan diri.

“Kami minta surat-surat kapal pukat itu dan kami sarankan untuk ikut ke Polsek Tambelan. Tapi mereka melarikan diri. Ada tujuh kapal, 6 kapal sudah lebih dulu melarikan diri,” kata Iswandi.

Berdasarkan data yang diterima pijarkepri.com kapal pukat tersebut berdasarkan identitas akte kapal dengan nama Budi Jaya 77, 29 Gross Tonnage, asal Meral Karimun.

Pemerintah Provinsi Kepri memberikan izin penangkapan kepada Budi Jaya 77, di perairan Provinsi Kepulauan Riau dengan daerah terlarang 6 mil.

Menurut keterangan Kepala Desa Mentebung, Tambelan, Iswandi, kapal tersebut ketakutan saat nelayan dan petugas mengarahkan mereka saat diminta untuk diamankan ke Polsek Tambelan.

“Mereka seperti ketakutan, padahal kami cuma ingin memberi tahu jangan menangkap didekat dekat perairan nelayan pancing,” ujarnya.

Iswandi juga mengutarakan minimnya sarana dan prasarana pengawasan dari Dinas Kelautan dan Prikanan Provinsi Kepri soal segala permasalahan nelayan Tambelan, terkhusus pulau-pulau terluar di Tambelan, Bintan.

“Orang DKP Provinsi Kepri tak pernah sekalipun turun ke sini, bagaimana mungkin mereka bisa menetapkan batas tangkap 6 mil,” ujar Iswandi menyebutkan isi surat izin penangkapan ikan yang diberikan DKP Kepri kepada kapal pukat Budi Jaya 77.

Jarak antara Desa Mentebung ke Kecamatan Tambelan kurang lebih 30 mil dengan rentang waktu 4 jam, jika menggunakan kapal pompong.***

Pewarta : Aji Anugraha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *