
PIJARKEPRI.COM, Lingga – Para Petani sawah di Desa Lanjut, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau membutuhkan bantuan sarana irigasi dan pupuk dari pemerintah setempat.
Kepada pijarkepri.com, Kepala Desa Lanjut, Kecamatan Singkep Pesisir, Lingga, Abu Samah, Senin, (11/5) mengatakan, kendala para petani sawah di Dusun 1 dan Dusun 2 Desa Lanjut hanya sarana pengairan untuk sawah mereka.
Ia mengatakan, para petani sudah menanam padi di lahan seluas 5 hektare, di Dusun 1, Desa Lanjut. Padi di dusun tersebut tumbuh setinggi 20 hingga 26 centimeter.
Sedangkan di Dusun 2, Desa Lanjut, para petani tengah bersiap menanam padi di lahan seluas 6 hektar. Para petani padi masih terkendala soal sarana irigasi, mengingat prediksi BMKG musim kemarau lebih kering dari normalnya.
“Sampai saat ini, masalahnya hanya pada pengairannya, kalau irigasi sudah ada hanya bagaimana agar dapat mengalirkannya ke sawah,” kata Abu Samah.
Abu Samah mengatakan, para petani Desa Lanjut mengharapkan perhatian dari Pemerintah setempat agar membantu mereka dengan menyediakan sarana irigasi pertanian berupa pemasangan pipa sepanjang 500 meter dari sumber air terdekat.
Abu Samah menyampaikan, sawah Desa Lanjut merupakan penyangga kehidupan para petani. Karena hingga saat ini lahan sawah yang para petani padi kelola di desa itu sekitar 30,5 Hektare. Sebanyak 21,5 hektare sawah di Dusun 1 dan 9 hektare di Dusun 2, Kecamatan Singkep Pesisir, Lingga.
Ia menuturkan, selain permasalahan sulitnya saran irigasi pertanian padi, para petani juga kesulitan kebutuhan pupuk. Mereka berharap pemerintah dapat membantu menyediakan pupuk.
“Selain masalah pengairan, para petani kami berharap adanya bantuan pupuk dari Pemerintah, kalau untuk alat pertanian dan bibit kita telah mendapat bantuan kemarin,” ujarnya.
Masyarakat Desa Lanjut diketahui, sekitar 70 persen berprofesi sebagai petani, baik itu petani sawah maupun petani perkebunan. Hanya 15 persen penduduk Desa Lanjut yang beeprofesi sebagai nelayan, dan sisanya dengan berbagai profesi, mulai dari PNS, pedagang dan buruh.
Pewarta : Puspandito/Aci
Editor : Aji Anugraha







