Plt Gubernur Kepri Bagikan Masker Ciptakan Kerumunan Dinilai Membahayakan Jiwa Masyarakat

Isdianto, Plt Gubernur Kepri yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepulauan Riau membagikan masker di Batam, Sabtu (11/4/2020).

PIJARKEPRI.COM – Pelaksana Tugas Gubernur Kepri Isdianto membagikan ribuan masker di Batam, Sabtu (11/4/2020) memicu kerumunan masyarakat dinilai wakil rakyat membahayakan jiwa masyarakat dari penyebaran Corona Virus Desese 2019 (COVID-19).

Isdianto membagikan ribuan masker di tempat keramaian di Kota Batam. Mengetahui orang nomor satu di Kepri itu tengah membagikan masker, ribuan masyarakat berkerumun mengambil masker yang diberikan Gubernur Kepri tanpa menghiraukan keselamatan mereka.

Anggota DPRD Kepri Lis Darmansyah, di Tanjungpinang, Minggu (12/4/2020), mengkritik tindakan Isdianto yang juga merupakan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepulauan Riau itu. Lis menilai Isdianto mengangkangi kebijakan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di masyarakat.

Kebijakan pemerintah mulai dari Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020, telah ditetapkan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagai jenis penyakit yang menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat.

Berbagai kebijakan pemerintah juga diterapkan di semua daerah di Indonesia, termasuk di Provinsi Kepulauan Riau.

Adapun di Provinsi Kepulauan Riau, Gubernur Kepulauan Riau telah menerbitkan Keputusan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 307 Tahun 2020 Tentang Status Tanggap Darurat Bencana Non Alam Wabah Penyakit Virus Corona di Provinsi Kepulauan Riau.

Dengan berbagai kebijakan tersebut, maka segala bentuk upaya dalam memutus mata rantai penyebaran COVID 19 perlu terus dilakukan.

Dengan diterapkannya Social Distancing / Physical Distancing, maka setiap orang diharuskan menjaga jarak antara satu dengan lainnya, dilarang berkerumun bahkan bekerja, belajar dan beribadah dilakukan dirumah masing-masing.

“Ditengah masifnya sosialisasi terkait pandemi COVID 19 maupun berbagai upaya yang harus dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran COVID 19, Pelaksana Tugas Gubernur Kepulauan Riau justru mempertontonkan hal yang tidak seharusnya terjadi,” ujarnya.

Kendati tujuannya positif dalam rangka membagikan masker, menurut Lis, akan tetapi cara yang dilakukan justru bertentangan dengan standar pencegahan yang tengah gencar-gencarnya disosialisasikan.

Lis menuturkan, sebagai Plt.Gubernur yang juga merupakan Ketua Tim Gugus Tugas COVID 19 Provinsi Kepulauan Riau, seharusnya lebih faham akan situasi yang terjadi saat ini.

Menurutnya, Gubernur Kepri hendaknya justru memberikan contoh bagaimana mengimplementasikan kebijakan Social Distancing/Physical Distancing dengan menghindari kerumunan dan menjaga jarak antara satu dengan lainnya.

Bukan justru sebaliknya menciptakan kerumunan bahkan berada ditengah kerumunan tersebut.

“Situasi saat ini kita semua harusnya lebih prihatin dan berupaya semaksimal mungkin bagaimana bencana ini dapat segera diatasi. Jangan justru keadaan seperti saat ini, dimanfaatkan untuk kepentingan politik,” ujarnya.

Lis mengatakan, jika hal itu yang dikedepankan maka berbagai upaya dalam memutus mata rantai COVID 19 di Kepulauan Riau hanya akan sia sia, karena dikhawatirkan masyarakat justru akan berdalih bagaimana mau diterapkan jika pemimpin / Gubernur justru tidak konsisten menerapkan aturan tersebut.

Lis mengapresiasi upaya yang dilakukan dengan membagikan masker kepada masyarakat, tetapi menurutnya banyak cara yang bisa dilakukan tanpa menimbulkan kerumunan seperti foto yang beredar.

Apalagi seorang Plt.Gubernur sebaiknya lebih konsentrasi pada hal hal yang bersifat kebijakan daripada teknis seperti turun langsung membagikan masker, karena masih banyak perangkat lainnya yang bisa diberdayakan untuk melakukannya.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa dampak COVID 19 bukan hanya seputar masalah kesehatan, tetapi juga berbagai dampak telah diakibatkan oleh wabah ini seperti masalah sosial ekonomi,” ujarnya.

Sehingga diharapkan Plt. Gubernur dapat lebih konsentrasi sebagai Ketua Tim Gugus Tugas selain dalam penanganan dan penanggulangan COVID 19, juga dapat mengambil langkah langkah strategis lainnya terkait upaya mengatasi dampak sosial ekonomi yang dirasakan masyarakat saat ini.

Kondisi ini harusnya menjadi atensi semua pihak termasuk Pemerintah Provinsi kepulauan Riau dibawah komando Plt. Gubernur Kepulauan Riau.

Masyarakat saat ini membutuhkan upaya-upaya nyata bukan hanya sebatas wacana. Jika hal ini tidak diantisipasi sebaik mungkin dengan justru hanya disibukkan pada kegiatan kegiatan seremonial apalagi tanpa memperhatikan standar keamanan pada situasi seperti saat ini, maka konsekuensi yang ditimbulkan akibat COVID 19 ini justru akan semakin mengkhawatirkan.

“Oleh karena itu, Plt. Gubernur diharapkan dapat lebih secara serius melihat persoalan ini,” ujarnya.

Penanganan Corona Virus Desese 2019 (COVID 19) di Indonesia memang berbeda dengan yang diterapkan oleh beberapa negara di dunia yang menerapkan Lockdown.

Hal ini dilakukan mengingat beberapa faktor, diantaranya menyangkut geografis wilayah, kondisi sosial ekonomi masyarakat, karakteristik masyarakat dan beberapa faktor lainnya.

Pewarta : Aji Anugraha

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *