'

Pandemi Corona-39 TKA Cina Dipulangkan-Investasi Terhambat

Petugas bandara saat memeriksa suhu badan 39 TKA Cina yang bekerja di PT BAI sebagai Tenaga Ahli saat dipulangkan ke negara asalnya melalui Bandara Internasional RHF Tanjungpinang, Kepri, Kamis (2/4/2020). (Foto; Istimewa)

PIJARKEPRI.COM – Pandemi Corona Virus Desese 2019 (Covid-19) mempengaruhi hingga keseluruh sektor kehidupan sosial dan ekonomi pembangunan. Negara di seluruh dunia menutup seluruh akses transportasi untuk warga negara tersebut ke luar negeri, termasuk Indonesia.

Kepala Dinas Penyertaan Modal PTSP Bintan, Hasfarizal, di Bintan, Kamis (2/4), mengatakan meminta PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) memulangkan 39 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Cina yang masuk ke Bintan, melalui Jakarta transit Batam, Kepulauan Riau untuk dikembalikan kenegara asal.

Dalam keterangan pers kepada sejumlah media, Hasfarizal mengatakan salah satu poin hasil rapat bersama pemerintah dan PT BAI, pemulangan 39 TKA tersebut merupakan jawaban keresahan masyarakat mengenai kondisi daerah yang tengah dilanda Covid-19.

“Kita juga memandang masyarakat Kabupaten Bintan dan Indonesia secara keseluruhan dan itu juga, dan dengan apa yang kita lakukan ini dinginkan masyarakat kabupaten Bintan dapat kita laksanakan,” ungkapnya.

Pemulangan 39 tenaga ahli PT BAI tersebut ke Cina juga diperkuat Pemerintah Kabupaten Bintan dengan perintah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. PTSP Bintan menyebut 39 TKA tersebut  tidak mengantongi Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). Dinkes Bintan menyatakan 39 TKA tersebut sehat dari Covid-19.

“Keputusan rapat mereka harus dikembalikan, untuk prosedur penanganan mereka kembali kami serahkan kepada PT BAI berkoordinasi dengan aparat terkait, untuk prosesnya diminta melengkapi dokumen-dokumen ketenagakerjaan,” ungkapnya.

Direktur Utama PT BAI, Santoni, mengatakan 39 TKA asal RRT tersebut merupakan tenaga ahli yang bertugas untuk membangun salah satu proyek percepatan pembangunan PT BAI. Dia tak menyoalkan 39 tenaga kerja itu dikembalikan ke Cina mengingat kondisi daerah dilanda Covid-19.

Menurutnya, dikembalikannya tenaga ahli tersebut berdampak langsung dengan percepatan pembangunan proyek yang tengah dikerjakan mereka. Pengerjaan proyek di PT BAI merupakan investasi 3 Negara, yakni Indonesia, Malaysia dan Cina.

“39 orang yang dipulangkan itu tenaga ahli, sekarang komponen yang mereka kerjakan di lapangan, PLTU, Alumina, Gescore itu tenaga ahlinya untuk pemasangan, dengan ada seperti ini tentu terkandala betul, tapi kalau ada wabah ini ya ikuti saja,” ujar Santoni saat diwawancarai pijarkepri.com

Direktur PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI), Santoni. (Foto: pijarkepri.com)

Santoni mengatakan, bencana nasional Covid-19 tersebut juga dapat mempengaruhi percepatan ekspor PT BAI yang ditargetkan akhir 2020 ini. Perusahan Smelter tersebut terkendala pasokan barang dari Cina yang tak dapat masuk ke Bintan berdampak langsung pada sektor pengerjaan proyek.

“Akhir tahun ini seharusnya kita sudah eksport kalau kondisi seperti ini sulit, barang dari Cina gak bisa keluar, begitu juga kita, semua terkendala, kemungkinan bisa beroperasi tidak akhir tahun ini, mundur,” ungkapnya.

Ia mengatakan, hampir rata-rata pengerjaan proyek di PT BAI akan serentak dioperasikan akhir tahun ini, seperti waduk air minum, red mart, tempat tinggal, PLTU, Pabrik, Gas dan TUKS yang lebih dulu sudah beroperasi.

Realisasi Investasi PT BAI hingga saat ini sudah mencapai 8 Triliun dari 60 persen untuk tahap pertama 13 triliun dengan target ekspor 2 juta ton.

Saat ini terdapat 2600 tenaga kerja Indonesia, 1600 merupakan tenaga kerja lokal asal Bintan dan Tanjungpinang sedangkan 500 orang merupakan tenaga kerja asing.

Pewarta : Aji Anugraha

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *