Kinerja BPN Dipertanyakan Tidak Masuknya Tanah Warga Dalam Pemetaan

Salah satu tanah milik warga yang berada di pinggir jalan, namun tidak masuk dalam pemetaan.

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Sejumlah Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga mempertanyakan dan minta penjelesan Badan Pertanahan Negara (BPN) terkait tidak masuknya tanah warga mereka dalam data atau pemetaan, sehingga warga tersebut tidak akan mendapat Sertifikat pada program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2019.

Salah satu RW di kelurahan Sungai Lumpur, Fitrah mengaku, data yang diterimanya dari Kantor Lurah Sungai Lumpur, ada 11 warga di 3 wilayah RW nya yang tanah mereka tidak masuk dalam pemetaan BPN

Masyarakat meminta BPN terbuka, menjelaskan kenapa tanah mereka tidak masuk di pemetaan, sehingga mereka tidak akan memdapatkan Sertifikat tanah di program PTSL.

“Dengan tidak masuknya tanah mereka dalam pemetaan, sehingga warga tersebut tidak bisa mendapatkan Sertifikat tanah,” kata Fitrah kepada Pijarkepri.com, Jumat (24/4/2020).

Kami ingin, lanjut Fitrah, pihak BPN memberikan penjelesan, terkait tanah yang telah di ukur namun tidak masuk dalam pemetaan tersebut, sementara tanah yang berada disekelilingnya, sudah meliki Sertifikat, pada saat program PTSL tahun 2018 lalu.

“Kami ingin ada penjelasan dari pihak BPN terkait masalah ini, bagaimana warga yang telah memiliki Sporadik, tapi tidak masuk dalam data atau pemetaan, karena kami RT/RW yang dikatakan warga tidak mengurus tanah mereka, sehingga mereka tidak bisa mendapatkan Sertifikat tanah,” terangnya.

Fitrah menjelaskan, dari informasi yang masyarakat terima, tidak masuknya tanah warga dan berkas yang dikembalikan pada program PTSL 2019 tersebut adalah sebagian besar karena tumpang tindih/overlap.

“Bagaimana bisa masalah tumpang tindih, sedangkan tanah disekeliling nya, sudah memiliki Sertifikat, bahkan ada dari tanah warga tersebut telah dua kali diukur,” tutupnya.

Dari informasi yang di dapat Pijarkepri.com, tanah warga yang tidak masuk dalam data atau pemetaan di Kelurahan Sungai Lumpur, yang ikut program PTSL 2019 berjumlah 38 warga, dari jumlah tersebut 5 diantaranya telah memiliki Sporadik dan yang lain nya belum. (Aci)

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *