HKTI Mendata Kembali Kelompok Tani Lingga

Kegiatan HKTI di Hotel Sultan, Jakarta. (Foto Humas).

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), di Lingga, Kepulauan Riau akan mendata kembali kelompok tani yang ada di Lingga untuk mengetahui kendala yang dihadapi.

Ketua HKTI Kabupaten Lingga, Abdul Gani Atan Leman, di Lingga, Sabtu (14/3) mengatakan, berdasarkan keputusan bersama hasil Musyawarah Nasional ke-IX HKTI kemarin, kemungkinan besar peluang untuk menganggarkan ke HKTI kabupaten kota melalui APBN dan APBD Kabupaten/Kota.

“Namun persyaratannya tentu masing-masing Kabupaten/Kota harus mempunyai, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan),” ungkapnya.

Gani menjelaskan, tidak mudah untuk mendapatkan bantuan anggaran dari HKTI, mengingat salah satu syarat untuk mendapatkan bantuan harus didukung dengan data yakni, data pengurusan HKTI, kemudian data kelompok, lokasi dan tanaman apa yang bisa dilakukan.

Di Lingga, HKTI sudah memiliki Gapoktan. Dalam waktu dekat, Kelompok tani tersebut akan kembali didata, serta mengetahui komuniti apa yang cocok untuk dikembangkan. Hal itu sejalan seperti dalam pidato pak Presiden di Istana Negara kemarin, masih banyak komuniti yang belum dapat kita penuhi.

Salah satu komuniti tanaman yang permitaannya sangat luar biasa yakni, Manggis. Menurutnya, di Lingga banyak masyarakat yang mempunyai kebun manggis.

“Nanti kita akan turun ke desa-desa untuk mendata warga yang memiliki pohon manggis ini, sehingga kita bisa mengetahui setiap desa memiliki berapa pohon manggis ini,” kata Gani kepada Pijarkepri.com, saat ditemui dirumahnya setelah usai menghadiri Munas ke-IX HKTI di Jakarta, kemarin.

Gani mengatakan, salah satu tanaman budidaya yang diprioritaskan yakni Manggis. Buah manggis dinilai sangat bermanfaat, semisal untuk obat herbal.

HKTI Lingga akan berupaya untuk mendata kembali masyarakat yang memiliki pohon manggis di Desa-desa. Upaya itu untuk mendorong budidaya manggis sebagai tanaman unggulan.

“Sehingga kita bisa mengetahui setiap desa memiliki berapa pohon manggis ini,” ungkapnya.

Sedangkan untuk program HKTI Lingga, Gani mengatakan, tergantung dari permintaan petani. HKTI siap membantu petani Lingga yang membutuhkan bibit, pupuk dan alat berat, karena itu sudah di Pos kan.

Hal terpenting masing- masing harus mempunyai kelompok dengan data yang lengkap dan lahannya sudah ada, karena tidak menutup kemungkinan ada kelompok yang hanya memiliki kartu untuk mendapatkan bantuan saja, tapi yang kita cari kelompok tani yang memiliki lokasi, meski pun sedikit tapi jelas nampak pekerjaannya.

“Insya Allah, dalam waktu dekat ini saya akan menemui Bupati, meminta agar dilakukan pertemuan dengan Camat, Lurah dan Desa, daerah atau desa mana saja yang mempunyai kelompok tani, nanti akan kita datangi mereka untuk mengetahui apa saja keluh kesah mereka, karena yang sering menjadi keluh kesah para petani adalah masalah pemasaran, ini yang akan kita carikan solusi,” terangnya.

Untuk di ketahui Munas ke-IX HKTI yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, 12 Maret 2020 kemarin, untuk pemilihan Ketua HKTI, namun secara aklamasi seluruh Provinsi meminta agar, Jenderal Purn TNI Moeldoko, tetap memimpin HKTI. (Aci)

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *